Kitakini.news -
Banjir besar melanda Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Riau, setelah air
Sungai Kampar meluap akibat dibukanya lima pintu air pelimpahan di waduk PLTA Koto Panjang. Akibatnya, ribuan rumah di 10 kecamatan terendam banjir, termasuk
masjid yang biasa digunakan warga untuk beribadah. Warga pun terpaksa melaksanakan
sholat tarawih di rumah tetangga yang lebih aman.
Banjir dengan ketinggian 50 sentimeter hingga 1 meter lebih telah menggenangi wilayah ini selama empat hari. Desa Pulau Payung di Kecamatan Kampar Utara menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak. Air tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga masjid, sehingga aktivitas ibadah seperti sholat tarawih harus dipindahkan ke rumah tetangga yang lebih tinggi.
Warga berusaha menyelamatkan perabotan rumah tangga dengan memindahkannya ke bagian rumah yang lebih tinggi. Namun, banyak yang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga untuk menghindari genangan air yang semakin parah.
Banjir juga merendam jalan penghubung antar desa, membuat warga terisolir. Untuk beraktivitas, warga harus menyewa perahu guna menyeberangi jalan yang tergenang. Kondisi ini semakin mempersulit akses bantuan dan evakuasi.
Hingga saat ini, warga masih menunggu bantuan dari pemerintah, seperti perahu karet, posko pengungsian, dan dapur umum yang sangat dibutuhkan. Warga juga membutuhkan sembako dan makanan untuk sahur dan berbuka puasa selama masa darurat ini.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan membantu proses evakuasi dan memberikan bantuan logistik. Selain itu, mereka membutuhkan dukungan untuk memulihkan kondisi pasca-banjir, terutama dalam menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal sementara.
Banjir di Kabupaten Kampar telah menyebabkan ribuan rumah dan fasilitas umum terendam, termasuk masjid yang menjadi tempat ibadah warga. Dengan kondisi yang semakin sulit, bantuan dari pemerintah dan pihak terkait sangat dinantikan untuk meringankan beban warga yang terdampak. Semoga upaya penanganan dan evakuasi dapat segera dilakukan agar warga bisa kembali beraktivitas dengan normal.