Kitakininews.co.id - Terdesak utang pinjaman online, dua pemuda diMedan nekad membunuh dan merampok pengemudi taksi online. Tak hanya menghabisinyawa korban, pelaku juga membuang jasad pengemudi dan menyembunyikannya disemak-semak area perkebunan kelapa sawit Kisaran di Kabupaten Asahan, sejauh170 kilometer dari lokasi pembunuhan.
Tampak rekaman penggerebekan rumah di kawasanMedan Tuntungan, tempat persembunyian dua pemuda yang diduga membunuh danmerampok Muhammad Imran, pengemudi taksi online.
Kedua pelaku ditangkap personel JatanrasDirektorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, sehari atau kurang dari24 jam setelah jasad korban ditemukan di aliran parit di Kabupaten Asahan,Kamis, 22 Oktober lalu.
Aksi kejahatan ini bermula saat kedua pelakuyakni MAH (22) dan FSO (22), memesan taksi online melalui aplikasi di kawasanSunggal, Kota Medan.
Muhammad Imran kemudian datang untuk menjemputkeduanya. Namun, saat kedua penumpang sudah berada di dalam mobil, merekajustru menjerat leher sang pengemudi menggunakan tali yang telah disiapkansebelumnya.
Setelah memastikan korban tewas, kedua pelakumembawa jasadnya dan membuangnya ke Kabupaten Asahan. Mobil milik korbankemudian hendak dijual untuk melunasi utang pinjaman online.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda SumateraUtara, Komisaris Besar Polisi Cornelis Mangarahon Simanjuntak, Selasa(28/10/2026), mengungkapkan kedua pelaku telah merencanakan aksinya.
Bahkan, tali dan sarung tangan yang digunakandalam aksi tersebut telah dipesan melalui aplikasi online. Dalam pengembangankasus, polisi berhasil menemukan mobil milik korban.
Namun, saat hendak ditangkap, kedua pelakumencoba kabur dan menyerang petugas. Polisi kemudian melumpuhkan keduanyadengan tembakan di bagian kaki. Kedua tersangka juga positif pengguna narkoba,bahkan diduga, mereka sebelum melakukan aksi kejinya terlebih dahulumengkonsumsi narkoba.