Kitakininews.co.id - Kepedulian terhadap lingkungan dan sesama kini dipupuk sejak dini di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Melalui program inovatif bertajuk "Sedekah Sampah Bantu Anak Yatim Sekolah", ratusan siswa diajarkan bahwa aksi berbagi tidak selalu harus mengandalkan dana berupa uang tunai, melainkan bisa diwujudkan melalui barang bekas yang terkelola dengan baik.
Inisiatif edukatif ini dijalankan oleh Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Mukhlisin Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, berkolaborasi dengan Bank Sampah Berseri yang merupakan kelompok binaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM.
Pembina Bank Sampah Berseri, Dedi Syahputra, menegaskan bahwa esensi utama program ini terletak pada pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial peserta didik. Berbeda dari sistem bank sampah konvensional yang mencatat hasil penyetoran sebagai tabungan pribadi, seluruh sampah yang dikumpulkan para siswa sepenuhnya dialokasikan sebagai bantuan sosial.
"Sedekah sampah ini harapannya untuk menumbuhkan kesadaran anak-anak bahwa sedekah itu tidak harus uang. Mereka bisa membantu sesama kawannya dan bertanggung jawab dengan sampahnya," kata Dedi, kemarin.
Sebanyak 248 siswa dari kelas 3 hingga 6 MIS Al Mukhlisin berpartisipasi aktif dengan mengumpulkan barang anorganik bekas seperti botol plastik, kaleng, dan kardus ke wadah yang disiapkan di tiap kelas. Sampah tersebut rutin ditimbang oleh petugas setiap Rabu dan Sabtu, dengan target pengumpulan mencapai 35 kilogram per bulan.
Seluruh dana yang terkumpul dari penjualan sampah tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, seperti tas dan sepatu, bagi 12 siswa yatim dari keluarga kurang mampu di sekolah tersebut.
Kepala MIS Al Mukhlisin, Devi Apriani, menilai metode ini efektif sebagai sarana penanaman empati kolektif bagi para murid. Senada dengan hal itu, Kepala Departemen Pemberdayaan Masyarakat INALUM, Ali Hasian, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan program yang mampu memadukan edukasi kelestarian lingkungan dengan nilai-nilai kepedulian sosial secara beriringan.
Di sisi lain, Bank Sampah Berseri terus memperluas dampak pemanfaatan ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Selain menjangkau sektor pendidikan, kelompok binaan INALUM ini juga mengintegrasikan pengelolaan limbah dengan berbagai sektor produktif lainnya, mulai dari budidaya tanaman hidroponik, peternakan ayam petelur, pengolahan maggot, hingga perikanan.