Minggu Ini, Saham-saham Perbankan Menggeliat

- Senin, 30 Januari 2023 19:01 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202301/ANALISIS_PERBANKAN.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali menggeliat setelah minggu lalu mengalami kenaikan sebesar 0,3%. 

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Rifqi Satria Dinandra menerangkan ada 2 sentimen utama yang menggerakkan IHSG pada minggu lalu yakni rilis Laporan Keuangan Emiten Perbankan dan PDB AS.

"Ada 2 emiten yang baru merilis laporan keuangan yang solid yakni BBCA dan BBNI. Bank BCA mencatatkan laba bersih hingga 30% yoy. Rasio-rasio keuangan penting Bank BCA yakni cost of fund kuartal 4 yang turun menjadi 0,8 dari 1,0, CASA Rasio naik dari 79 menjadi 82, NIM naik dari 5,1 ke 5,3 dan LDR naik menjadi 68 dari 65," tegasnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/1/2023).

Sementara itu, imbuhnya, laporan keuangan BBNI mencatatkan net profit sebesar 68% dengan rasio positifnya yakni cost of fund turun menjadi 1,5 dari 1,6, CASA Ratio naik dari 68 ke 72, NIM naik dari 4,7 menjadi 4,8 dan LDR yang naik menjadi 84 dari 80.

"Kedua emiten besar ini telah membaik. Ekspektasi kita bank-bank lainnya juga akan positif," tandasnya.

Ia tak memungkiri, kalau PDB AS juga ikut menggerakkan IHSG, dimana ekonomi AS pada 4Q22 tumbuh 2,9% secara tahunan. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan konsensus 2,6%. Belanja konsumen yang merupakan 68% dari PDB juga naik 2,1% atau lebih rendah dari sebelumnya 2,3%. 

"Ekonomi Amerika yang terus tumbuh jadi berita baik bagi ekonomi Indonesia."

Sementara itu terkait sentimen minggu ini, Rifqi menjelaskan, ada 2 sentimen yang sebaiknya dicermati investor yakni inflasi & PMI Manufaktur Indonesia dan suku bunga AS.

Ia menjelaskan PMI Manufaktur pada Desember sudah meningkat dari 50,3 menjadi 50,9. Inflasi dalam negeri sudah mulai turun, pada bulan Januari ini konsensus inflasi di level 5,40% yoy (umum) dan 3,30% yoy (inti).

"Tren penurunan harga biaya transportasi setelah libur Nataru diprediksi akan menjadi salah satu faktor inflasi yang lebih rendah pada bulan Januari dibandingkan sebelumnya."

Ia menambahkan suku bunga AS juga menarik untuk dicermati karena saat ini sudah di level 4,50% dan diprediksi akan naik hanya 25 bps pada pertemuan awal Februari nanti.

"Agresivitas kenaikan suku bunga pun diprediksi akan berkurang . Apabila hanya naik 25 bps maka agresivitas The Fed sudah berkurang sesuai dengan prediksi pasar," terangnya.

Dihadapkan pada potensi penguatan IHSG minggu ini, ia pun merekomendasikan buy untuk trading hingga Jumat, 3 Februari 2023 mendatang pada 6 saham berikut ini: BBCA (Support: 8.500, Resistance: 9.000), BBNI (Support: 9.325, Resistance: 9.950), BMRI (Support: 9.700, Resistance: 10.550), SIDO (Support: 735, Resistance: 785), RALS (Support: 665, Resistance: 700) dan APLN (Support: 152, Resistance: 162).

Redaksi


Tag:

Berita Terkait

Bisnis

Tertarik Bisnis Glamping, Christian Sugiono Pilih Bali Jadi Lokasi

Bisnis

Wabup Kutai Tinjau Pengembangan Agribisnis Aren di Pesantren Al Hidayah Deli Serdang

Bisnis

Dulu Saksikan dari Tribun, Kini Herna Pardede Kagum pada Transformasi Nova Arianto

Bisnis

Sofyan Tan Ungkap Kunci Jadi Dosen yang Dicintai Mahasiswa, dan Mampu Ciptakan Outcome Nyata di Dunia Digital

Bisnis

XLSMART Catat Pendapatan Rp11,84 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 38 Persen

Bisnis

PGN Raih Pengakuan TIME, Employee Engagement Capai 87,74%