Inflasi Sumut di Januari 2023 Sebesar 5,99 Persen. Ini Penyebabnya!

- Rabu, 01 Februari 2023 14:21 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202302/DINAR_BUTAR-BUTAR.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Ketua Tim Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Dinar Butar-butar mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada Januari 2023 terjadi inflasi sebesar 5,99 persen.

BPS melihat perkembangan harga berbagai komoditas pada Januari 2023 di lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Sumatera Utara (Sumut) secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Terjadi kenaikan IHK dari 107,36 pada Januari 2022 menjadi 113,79 pada Januari 2023. 

"Tingkat inflasi bulan ke bulan sebesar 0,91 persen," ujarnya dalam paparan secara virtual, Rabu (1/2/2023).

Kata dia, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks harga kelompok pengeluaran. 

Yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 7,08 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 4,67 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,72.

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,60 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,04 persen; kelompok transportasi sebesar 18,51 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.

Lalu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 7,07 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,56 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,81 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,88 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Januari 2023, antara lain bensin, cabai merah, beras, angkutan udara, tomat, angkutan dalam kota, rokok kretek filter, ikan dencis, sewa rumah, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek, emas perhiasan, dan sawi hijau," ungkap dia.

Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain minyak goreng, daging ayam ras, bawang putih, daging babi, dan cumi-cumi.

Adapun beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi bulan ke bulan pada Januari 2023, antara lain beras, angkutan udara, minyak goreng, daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, ikan tongkol/ambu-ambu, tomat, pir, cabai rawit, sewa rumah, kontrak rumah, rokok kretek, kentang, rokok kretek filter, dan udang basah. 

Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi mtm, antara lain, sawi hijau, bensin, ikan dencis, jeruk, sabun cair/cuci piring, dan pasta gigi.

Dinar bilang , pada Januari 2023, seluruh kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi tahunan. Yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,35 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,26 persen.

Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,31 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,24 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen.

Lalu kelompok transportasi sebesar 2,08 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,12 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,03 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,28 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,47 persen. 

Redaksi


Tag:

Berita Terkait

Bisnis

Tertarik Bisnis Glamping, Christian Sugiono Pilih Bali Jadi Lokasi

Bisnis

Wabup Kutai Tinjau Pengembangan Agribisnis Aren di Pesantren Al Hidayah Deli Serdang

Bisnis

Dulu Saksikan dari Tribun, Kini Herna Pardede Kagum pada Transformasi Nova Arianto

Bisnis

Sofyan Tan Ungkap Kunci Jadi Dosen yang Dicintai Mahasiswa, dan Mampu Ciptakan Outcome Nyata di Dunia Digital

Bisnis

XLSMART Catat Pendapatan Rp11,84 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 38 Persen

Bisnis

PGN Raih Pengakuan TIME, Employee Engagement Capai 87,74%