Kitakini.news - Mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan mengurangi emisi karbon, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah meluncurkan Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon).
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara (Sumut), Pintor Nasution, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon sebesar 31,89%-43,20% pada tahun 2030.
IDXCarbon berfungsi sebagai platform perdagangan karbon yang memungkinkan perusahaan untuk membeli dan menjual kuota karbon serta kredit karbon secara transparan. "Dengan adanya bursa karbon, transaksi menjadi lebih terorganisir dan menarik lebih banyak partisipasi dari pelaku industri domestik maupun internasional," ungkap Pintor, Senin (4/8/2025).
Penerapan carbon pricing, yang mencakup mekanisme seperti pajak karbon dan perdagangan karbon, diharapkan dapat memberikan insentif bagi pelaku usaha untuk mengadopsi teknologi rendah karbon.
Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, Pintor optimis bahwa peluang yang ditawarkan sangat besar, termasuk pengurangan emisi karbon dan peningkatan investasi di sektor hijau.
"Melalui IDXCarbon, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menciptakan pasar karbon yang adil, efisien, dan berkelanjutan," tutup Pintor. Langkah ini tidak hanya memperkuat komitmen Indonesia terhadap lingkungan, tetapi juga mendorong inovasi industri dan menarik investasi hijau.