INALUM Groundbreaking Fasilitas Bauksit-Alumina-Aluminium

Dorongan Ekonomi Lokal di Kalimantan Barat
Siti Amelia - Selasa, 10 Februari 2026 16:38 WIB
dokumentasi
Ilustrasi

Kitakini.news - PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) resmi memulai pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian bauksit-alumina-aluminium di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dengan groundbreaking yang menjanjikan transformasi ekonomi bagi masyarakat setempat. Proyek ini tidak hanya mendukung hilirisasi mineral nasional sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, tetapi juga membawa harapan baru bagi pengembangan daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan lokal.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menekankan bahwa fasilitas ini akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi regional. "Proyek ini bukan sekadar industri, tetapi investasi untuk masa depan masyarakat Kalimantan Barat. Dengan penyerapan tenaga kerja hingga 65.000 orang, baik langsung maupun tidak langsung, kita bisa membangun kemandirian ekonomi dari hulu hingga hilir," kata Melati dalam acara groundbreaking.

Fasilitas terpadu ini mencakup Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 dengan kapasitas 1 juta ton alumina per tahun, yang dikelola oleh PT Borneo Alumina Indonesia, anak perusahaan INALUM dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). Bersama SGAR Fase 1 yang sudah beroperasi, total produksi alumina domestik akan mencapai 2 juta ton per tahun, memanfaatkan bijih bauksit dari wilayah pertambangan ANTAM di Mempawah dan Landak. Sementara itu, Smelter Aluminium dengan kapasitas 600.000 ton per tahun akan dipasok listrik oleh PT Bukit Asam Tbk, memastikan operasi yang efisien dan ramah lingkungan.

Dari segi dampak sosial, proyek ini diperkirakan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar Rp71,8 triliun per tahun dan penerimaan negara hingga Rp6,6 triliun. Namun, fokus utamanya adalah pada masyarakat lokal: mulai dari tahap konstruksi hingga operasional, fasilitas ini akan membuka peluang kerja di berbagai sektor, termasuk konstruksi, logistik, dan industri pendukung. "Ini adalah kesempatan emas untuk generasi muda di Kalimantan Barat agar terlibat dalam industri strategis, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan UMKM," tambah Melati.

Sebagai bagian dari Program Strategis Nasional dengan investasi Rp104,55 triliun (setara USD 6,23 miliar), proyek ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo untuk memperkuat industri dalam negeri. INALUM, bersama Grup MIND ID, berkomitmen pada praktik berkelanjutan, termasuk pengelolaan lingkungan yang ketat untuk meminimalkan dampak terhadap ekosistem hutan tropis Kalimantan.

Dengan groundbreaking ini, INALUM optimistis bahwa ekosistem aluminium nasional yang mandiri dan berdaya saing global akan terwujud, memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Masyarakat Mempawah kini menantikan era baru pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Bisnis

Penasihat Hukum PT PASU: Audit Keuangan Dilakukan Diluar Standart

Bisnis

INALUM Cetak Kinerja Tertinggi Sepanjang Sejarah, Produksi dan Penjualan Pecahkan Rekor

Bisnis

Kecewa Putusan Sela Hakim, PH Dante Sinaga Persoalkan Dakwaan Kasus Aluminium Inalum

Bisnis

Sambut Idul Adha 1447 H, INALUM Salurkan 107 Hewan Kurban di Sumatera Utara

Bisnis

Penasihat Hukum PT PASU Nilai Bantahan Jaksa Belum Jawab Substansi Perlawanan

Bisnis

IN-Journal Chapter 1, Dorong Karya Inspiratif soal Energi Bersih dan Inovasi Sosial di Sumut