Kitakini.news - Ingin hemat bensin tapi tetap nyaman berkendara? Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Tony Setia Boedi Hoesodo, memberikan contoh nyata dengan memasang converter kit bahan bakar gas (BBG) di kendaraan pribadinya. Langkah ini tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tapi juga tawarkan penghematan biaya operasional hingga 50% bagi pengemudi sehari-hari.
Teknologi converter kit BBG memungkinkan mobil beroperasi dengan sistem dual fuel (BBM dan BBG). Pengguna cukup tekan tombol switch di dekat kemudi untuk beralih antar bahan bakar. "Pemakaian BBG adalah pilihan cerdas untuk kebutuhan harian. Harganya stabil hanya Rp4.500 per liter, daya tempuh lebih jauh, dan lebih ramah lingkungan," ujar Tony saat pemasangan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Proses pemasangan dilakukan teknisi bersertifikasi, memenuhi standar keselamatan dari penempatan tabung hingga pengaturan aliran gas. "Kami pastikan kualitas layanan BBG optimal agar masyarakat merasakan manfaatnya," tambahnya.
PGN Ajak Masyarakat Ikut Tren BBG untuk Kemandirian Energi
PGN melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia mendorong adopsi BBG sebagai energi alternatif. Direktur Utama Gagas, Santiaji Gunawan, apresiasi komitmen Tony. "Ini momentum dorong ekosistem BBG lebih luas di Indonesia," katanya.
Bukti manfaat BBG sudah dirasakan ribuan pengguna di Komunitas Mobil Gas (Komogas). Gagas dan Komogas bermitra bangun infrastruktur, seperti bengkel keliling dan edukasi keselamatan. Saat ini, stasiun BBG PGN tersebar luas, siap dukung transisi energi hijau.
Langkah ini selaras upaya pemerintah capai bauran energi nasional yang berkelanjutan, kurangi ketergantungan impor BBM, dan tekan emisi karbon.