Kitakini.news - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memerah di perdagangan akhir pekan ini. Setelah sempat membuka perdagangan dengan penguatan, IHSG tak mampu bertahan dan terjerembab hingga close di level 5.594,765, terkoreksi mencapai 4,2% dari posisi sebelumnya.
Pergerakan IHIG bahkan nyaris menyentuh batas ARB (Auto Reject Bawah), menunjukkan tekanan jual yang cukup signifikan pada sesi perdagangan hari terakhir pekan ini.
Dari total transaksi yang berlangsung, tercatat 626 saham mengalami koreksi, sementara 108 saham mampu menguat dan 81 saham lainnya bertahan di posisi stabil. Sajam-saham berat seperti BBCA, BMRI, BBRI, ANTM, dan AMMN menjadi peny utama terkoreksinya IHIG pada hari ini.
Menariknya, kondisi pasar mata uang Rupiah menunjukkan arah yang berbeda. Setelah tercatat melemah ke level 18.050 per dolar AS pada sesi perdagangan pagi, Rupiah berhasil berbalik arah dan ditutup menguat tipis di level 18.010 per dolar AS.
"Hubungan antara IHSG dan Rupiah memang memiliki dua arah. Namun, Rupiah selalu buka lebih cepat dibandingkan pasar saham, sehingga koreksi pada mata uang domestik kerap menjalar ke IHSG. Hari ini kondisinya tidak sepenuhnya seringkai antara kedua pasar," jelas Ekonom Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, Jumat (5/5/2026).
Sementara itu, harga emas dunia ditransaksikan menguat tipis di level $4.463 per ons troy, atau setara dengan kisaran harga Rp 2,59 juta per gram. Volatilitas harga emas lebih banyak didorong oleh sentimen teknikal dalam perdagangan hari ini.