Konsumsi Rumah Tangga Pendukung Utama Pemulihan Ekonomi Sumut

- Rabu, 01 Maret 2023 09:06 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202303/Doddy_ZUlverdi.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Konsumsi rumah tangga menjadi pendukung utama pemulihan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan IV-2022. Tercatat, pertumbuhan 5,26% pada triwulan IV-2022, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Doddy Zulverdi mengungkapkan kondisi ini mengungkap bahwa tren pemulihan ekonomi Sumut terus berlanjut.

Konsumsi rumah tangga yang menguasai pangsa terbesar dari sisi pengeluaran mencatatkan peningkatan di triwulan IV 2022. Seiring masuknya periode HBKN

Nataru yang tercermin dari hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang meningkat khususnya untuk makanan, minuman dan tembakau, serta peralatan rumah tangga.

"Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian yang memiliki pangsa terbesar mengalami peningkatan seiring dengan puncak masa panen kelapa sawit dan tren peningkatan NTP dan harga rata-rata gabah kering giling dan panen seiring kembali pulihnya permintaan," ujarnya dalam Bincang-Bincang Media (BBM) Februari 2023 di Gedung BI Sumut, Selasa (28/2/2023) petang.

Doddy menjelaskan ekonomi Sumut Tahun 2022 tumbuh 4,73% lebih tinggi dari tahun sebelumnya di tengah berlanjutnya berbagai tantangan global. Capaian tersebut juga berada pada rentang proyeksi Bank Indonesia sebesar 4,1-4,9%.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Sumut di tahun 2022. Berlanjutnya berbagai insentif PEN seperti program KUR 3%, insentif bantuan tunai dan insentif PPN-DTP di tengah berjalannya aktivitas ekonomi yang mengadopsi kenormalan baru seiring dengan tercapainya herd immunity mendorong kinerja konsumsi RT.

Dari sisi lapangan usaha, ungkap dia, pertumbuhan berasal dari seluruh lapangan usaha utama. Kondisi pandemi yang membaik dan berlanjutnya berbagai insentif pemerintah mendorong aktivitas dunia usaha yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Survei kegiatan dunia usaha juga menunjukkan peningkatan, terutama pada beberapa lapangan usaha utama seperti Industri Pengolahan, Perdagangan dan Transportasi.

"Perkembangan harga komoditas terkini menunjukkan kenaikan harga. Hasil liaison Bank Indonesia mengkonfirmasi adanya perbaikan permintaan baik ekspor maupun domestik dibandingkan tahun lalu. Per Februari 2023, korporasi menyatakan terdapat penurunan biaya-biaya," tandasnya.

Redaksi


Tag:

Berita Terkait

Bisnis

Harga Cabai Rawit di Medan Tembus Rp 95.000 Per Kilogram

Bisnis

Dari Ladang hingga Pasar Nasional, PT DPM Dorong UMKM Dairi Tembus INACRAFT 2026

Bisnis

Pemko Gunungsitoli Siapkan 60 Calon Kepala Sekolah Lewat BCKS 2026

Bisnis

Kapolda Sumut Sonny Irawan Ajak NU Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Bisnis

Sofyan Tan Kunjungi SLB Dwituna Harapan Baru Medan, Buka Peluang Beasiswa Penuh bagi Lulusan

Bisnis

Dhody Thahir Menang Praperadilan, Polda Sumut Siap Laksanakan Putusan Hakim