Gempur Belanja Online, Pasar Petisah Medan Terapkan Digitalisasi untuk BertahanLawan E-Commerce dan Pungli

Siti Amelia - Kamis, 25 Juni 2026 20:12 WIB
kominfo medan
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dalam peluncuran Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar di Pasar Tradisional Petisah oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, Kamis (25/6/2026).

Kitakini.news - Pasar tradisional di Kota Medan mulai berbenah demi menghadapi gempuran belanja online (e-commerce) dan ritel modern. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan merombak total sistem pembayaran dari tunai menjadi nontunai (cashless) untuk menghapus praktik pungutan liar (pungli) dan kebocoran anggaran. Langkah reformasi ini ditandai dengan peluncuran Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar di Pasar Tradisional Petisah oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, Kamis (25/6/2026).

Wali Kota Medan, Rico Waas, mengungkapkan bahwa perubahan perilaku konsumen saat ini menjadi tantangan berat bagi eksistensi pasar tradisional. Menurutnya, masyarakat kini cenderung memilih platform visual dan kemudahan belanja digital. "Masyarakat bilang, 'Kami kurang nyaman', bentuknya kurang ada perubahan. Apalagi zaman sekarang, semua dilihat lewat visual dan masyarakat punya banyak pilihan, bahkan bisa belanja sambil scrolling dari HP," ujar Rico saat memberikan sambutan.

Rico menegaskan, disrupsi teknologi tidak bisa dibendung. Oleh karena itu, PUD Pasar Kota Medan diwajibkan melahirkan terobosan baru agar pasar tradisional tidak berjalan di tempat.

Selain kenyamanan pengunjung, poin krusial dari digitalisasi ini adalah pembenahan sistem pembayaran kontribusi pedagang. Sektor ini kerap menjadi sorotan DPRD Kota Medan karena dinilai rentan bocor akibat pengelolaan yang belum maksimal. Melalui kolaborasi dengan Bank Mandiri, sistem baru ini menjamin seluruh dana kontribusi dari pedagang langsung masuk ke rekening PUD Pasar tanpa melalui perantara.

"Hari ini adalah langkah yang berani. Agar nantinya semua pembayaran kontribusi oleh pedagang itu clear, tidak ada yang aneh-aneh di tengah. Tidak ada lagi istilah 'potong tengah'. Semuanya direct dan bisa dikontrol secara real-time setiap harinya," tegas Wali Kota Medan.

Ia juga mengapresiasi jajaran PUD Pasar Medan dan mengingatkan bahwa reformasi sistem ini dilakukan demi masa depan pedagang dan masyarakat. Rico mengimbau para pedagang untuk tidak ragu menghadapi perubahan ini.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, menjelaskan bahwa program nontunai ini merupakan fondasi awal dari reformasi tata kelola pasar yang lebih besar, transparan, dan profesional.

Menurut Anggia, transformasi digital ini lahir sebagai respons nyata atas ancaman hilangnya daya saing pasar tradisional jika tidak segera beradaptasi dengan kecepatan pelayanan ritel modern.

"Jika para pedagang tidak mampu mengimbangi tuntutan pelayanan yang cepat dan berkualitas, dikhawatirkan pasar tradisional akan kehilangan daya saingnya. Oleh karena itu, PD Pasar menegaskan bahwa digitalisasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan," pungkas Anggia.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Bisnis

OTT KPK di Binjai, Suasana Polrestabes Medan Terlihat Tenang

Bisnis

Kejari Samosir Tetapkan Pimpinan Bank Mandiri KCP Pangururan Sebagai Tersangka

Bisnis

Dikabarkan, Pejabat Dan Orang Dekat Bupati Langkat Diperiksa di Polrestabes Medan Usai di OTT KPK

Bisnis

Hadiri Rakernas APEKSI, Gubsu Dorong Penguatan Peran Pemerintah Provinsi

Bisnis

Kejari Medan Geledah RSUD Pirngadi

Bisnis

Tak Hanya Liputan, Persatuan Wartawan Pemko Medan Unjuk Gigi di Bazar UMKM APEKSI 2026