Kitakininews.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara resmi memperkuat sinergi untuk meningkatkan literasi keuangan berbasis keluarga. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi di Kampung Keluarga Berkualitas yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan kolaboratif tersebut diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 sekaligus untuk menyemarakkan Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026. Fokus utama dari program ini adalah mengoptimalkan kapasitas serta kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak, aman, dan terencana, khususnya di tengah masifnya digitalisasi sektor keuangan.
Acara penting ini dihadiri oleh jajaran petinggi dari kedua lembaga, di antaranya Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara, Yusri; Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Mahyuzar; serta Sekretaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Deli Serdang, Sri Mahyuni beserta tim pengelola program pembangunan keluarga setempat.
Dalam sambutannya, Yusri menekankan bahwa ketahanan ekonomi masyarakat yang kokoh selalu bermula dari keputusan keuangan yang diambil di tingkat rumah tangga.
"Banyak keputusan keuangan penting justru dimulai dari rumah tangga, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, berutang secara bijak, memilih produk keuangan, hingga memastikan keluarga terhindar dari penipuan dan aktivitas keuangan ilegal. Oleh sebab itu, literasi keuangan keluarga menjadi sangat penting," ujar Yusri dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa keluarga dengan tingkat pemahaman keuangan yang matang akan jauh lebih mampu menyusun prioritas kebutuhan, mengelola pendapatan, merencanakan masa depan, serta mengambil keputusan finansial secara lebih bijak.
Penguatan literasi dan inklusi keuangan merupakan salah satu pilar krusial dalam agenda pembangunan nasional. Berdasarkan data Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, pemerintah menetapkan target inklusi keuangan sebesar 98 persen guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 menargetkan tingkat literasi keuangan sebesar 69,35 persen dan inklusi keuangan sebesar 93 persen pada tahun 2029.
Kendati demikian, tantangan di lapangan masih nyata. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan adanya kesenjangan (gap) yang signifikan: indeks inklusi keuangan nasional telah menyentuh 80,51 persen, namun indeks literasi keuangan baru mencapai 66,46 persen.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa banyak masyarakat yang sudah memiliki akses ke produk keuangan, namun belum sepenuhnya memahami fungsi dan risikonya. Kesenjangan ini berpotensi membuat masyarakat rentan terjerat berbagai modus kejahatan finansial modern, mulai dari investasi ilegal, judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga kasus penyalahgunaan data pribadi.
Kampung Keluarga Berkualitas Jadi Ujung Tombak Edukasi
Menanggapi tantangan tersebut, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Mahyuzar, menyatakan bahwa perayaan Hari Keluarga Nasional merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kualitas keluarga Indonesia secara menyeluruh, tidak terkecuali dari aspek kecerdasan finansial.
"Kampung Keluarga Berkualitas memiliki posisi strategis sebagai wadah integrasi berbagai program pembangunan keluarga di tingkat desa dan kelurahan," jelas Mahyuzar.
Melalui kemitraan dengan OJK, program edukasi keuangan ini diharapkan mampu menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas melalui optimalisasi peran dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kelompok Kerja Kampung Keluarga Berkualitas, kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), serta Forum Generasi Berencana (GenRe).
Dalam rangkaian acara tersebut, para peserta dibekali materi edukasi komprehensif dari OJK Sumut mengenai mitigasi risiko investasi ilegal, bahaya judi online, kiat menggunakan pinjaman online secara bijak, serta cara mengenali produk jasa keuangan yang legal.
Tak hanya itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga turut andil memberikan pemahaman mengenai manajemen keuangan berbasis syariah dan pentingnya menabung sejak dini demi masa depan keluarga yang lebih terencana dan berkah.
Menutup rangkaian kegiatan, OJK dan BKKBN Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmen bersama mereka untuk terus menggalakkan program edukasi keuangan berbasis keluarga secara berkesinambungan. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan melahirkan keluarga-keluarga yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan tangguh dalam menghadapi berbagai risiko ketidakpastian keuangan di masa depan.