Tembus Pasar Global, INALUM Andalkan Aluminium Hijau Berbasis Energi Air untuk Pikat Dunia

Siti Amelia - Kamis, 01 Oktober 2026 13:34 WIB
dokumentasi
INALUM

Kitakininews.co.id - Di tengah ketatnya persaingan industri global yang kian gencar menerapkan standar ramah lingkungan, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM mengambil langkah strategis. Melalui ajang bergengsi Fastmarkets International Aluminium Conference 2026 di pertengahan September lalu, INALUM resmi memperkenalkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium kepada para pelaku industri dunia.

Langkah ini bukan sekadar seremoni bisnis, melainkan sebuah manuver tajam untuk mengubah peta kekuatan aluminium Indonesia di panggung internasional. Mengusung keunggulan utama berupa proses peleburan yang sepenuhnya ditopang oleh energi bersih tenaga air (hydropower), INALUM memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global yang menuntut emisi karbon rendah.

Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial INALUM, Arif Haendra, menegaskan bahwa keunggulan energi terbarukan ini adalah kartu truf bagi perusahaan untuk merebut hati pasar global.

"Pasar global semakin memberikan perhatian terhadap produk aluminium dengan jejak karbon yang lebih rendah. Keunggulan energi berbasis tenaga air ingin kami terjemahkan menjadi posisi tawar yang lebih kuat, sehingga produk aluminium Indonesia semakin kompetitif dan memiliki akses yang lebih luas di pasar internasional," ujar Arif dalam keterangan tertulisnya.

Tak hanya mengandalkan sertifikasi produk, INALUM juga memperkuat penetrasi pasarnya lewat aliansi strategis dengan sejumlah raksasa global. Perusahaan resmi menggandeng mitra internasional terkemuka, seperti Mitsubishi RtM Jepang, Hartree, serta MIND ID Trading (MIT) Singapore-Concord Inggris.

Kolaborasi ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa produk aluminium nasional semakin diperhitungkan dan memiliki ruang gerak yang luas di pasar internasional yang kini sangat mengedepankan aspek keberlanjutan (sustainability).

Kepala Grup Komersial dan Manajemen Rantai Pasok INALUM, Jevi Amri, menambahkan bahwa sertifikasi ini dirancang untuk membaca pergeseran tren kebutuhan pelanggan masa kini.

"Bagi kami, Low Carbon Aluminium bukan hanya tentang proses produksi yang lebih rendah emisi, tetapi juga bagaimana keunggulan tersebut dapat menjawab kebutuhan pelanggan dan menciptakan peluang pasar baru," ungkap Jevi.Menjawab Tuntutan Industri Hijau Dunia

Penyelenggaraan Fastmarkets International Aluminium Conference yang ke-40 ini mempertemukan lebih dari 500 pengambil keputusan dan pelaku industri dunia. Kehadiran INALUM di forum tersebut sekaligus menjadi etalase untuk membuktikan bahwa industri manufaktur Indonesia mampu bersaing secara ketat di era transisi energi hijau.

Dengan memadukan potensi energi air yang melimpah dan standar sertifikasi karbon rendah yang diakui global, INALUM optimistis dapat terus mengerek nilai tambah komoditas dalam negeri, memperkuat posisi tawar Indonesia, serta memimpin transisi industri aluminium menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Bisnis

PLTA INALUM Raih 8 Penghargaan ENSIA 2026, Perkuat Praktik Industri Berkelanjutan

Bisnis

Waktunya Puan Menembus Batas Industri Tambang

Bisnis

Genjot Kapasitas Produksi Tiga Lipat, INALUM Kantongi Rating Peringkat Kredit Internasional 'BBB'

Bisnis

Dante Sinaga Divonis 7 Tahun, Penasihat Hukum Soroti Hakim Abaikan Fakta Persidangan

Bisnis

Duplik Kasus Inalum, Penasihat Hukum Dante Sinaga: Transaksi di Masa Jabatan Telah Lunas

Bisnis

Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah, INALUM Turunkan Tim Gabungan dan Bantuan Medis