Harga Makanan, Minuman dan Tembakau Turun, Sumut Deflasi 0,31 Persen

- Senin, 03 April 2023 19:52 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202304/bps_sumut.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2023 dari gabungan lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara secara month to month (mtm) mengalami deflasi sebesar 0,31 persen dan secara year to date (ytd) inflasi 0,28 persen. Sedangkan secara year on year (yoy) inflasi 4,80 persen.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, andil deflasi pada Maret 2023 secara mtm di Sumut ditunjukkan dari kelompok pengeluaran seperti makanan, minuman, dan tembakau.

Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin menyampaikan, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau ini pada Maret 2023 memberikan andil deflasi mtm sebesar 0,39%. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi mtm, yaitu cabai merah sebesar 0,10%; telur ayam ras sebesar 0,04%; cabai rawit, minyak goreng, dan bawang merah masing-masing 0,03%; serta kacang panjang, bayam, beras, brokoli, tempe, dan buah naga masing-masing 0,02%.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi mtm, yaitu rokok kretek filter, sawi hijau, dan bawang putih masing-masing sebesar 0,02%, serta kentang, tahu mentah, anggur, jeruk nipis/limau, susu bubuk dan ikan dencis masing-masing sebesar 0,01%.

Kemudian, kelompok pengeluaran lainnya yang memberikan andil deflasi secara mtm yaitu, Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga. Kelompok ini pada Maret 2023 memberikan andil deflasi mtm sebesar 0,02%. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi mtm, yaitu pengharum cucian/pelembut sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, secara year on year, pada Maret 2023 terjadi inflasi year on year (yoy) gabungan lima kota di Sumatera Utara (Sibolga, Pematangsiantar, Medan, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli) sebesar 4,80 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,09.

“Dari lima kota IHK di Sumatera Utara, inflasi yoy tertinggi terjadi di Padangsidimpuan sebesar 5,37 persen dengan IHK sebesar 117,27 dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 3,86 persen dengan IHK sebesar 114,60,” ungkapnya, Senin (3/4/2023).

Menurutnya, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks harga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,33%; kelompok pakaian dan alas kaki 4,53%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,63%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 3,58%; kelompok kesehatan 1,84%; kelompok transportasi 18,09%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,22%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 7,01%; kelompok pendidikan 0,57%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,86%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,58%.

“Komoditas utama penyumbang inflasi yoy pada Maret 2023, antara lain bensin, beras, angkutan udara, rokok kretek filter, angkutan dalam kota, ikan dencis, dan telur ayam ras,” tandasnya.

Redaksi


Tag:

Berita Terkait

Bisnis

Eko Purdjianto Puji Perlawanan PSMS Meski Takluk Tipis dari Persebaya

Bisnis

Pemprovsu Siapkan Perda Larangan Penggunaan ‘Vape'

Bisnis

Merusak Generasi Bangsa, Kurir 56,13 Kg Ganja Dihukum 20 Tahun Penjara

Bisnis

Gubernur Bobby Nasution Tekankan Ketahanan Pangan sebagai Tanggung Jawab Pemerintah hingga Tingkat Desa

Bisnis

Duel Klasik Duo HIjau PSMS Vs Persebaya, Ayam Kinantan Bertekad Tunjukkan Daya Saing

Bisnis

Rony Reynaldo: Walk Out Gubernur Sumut Merupakan Hak Politik Yang Wajar Dalam Dinamika Demokrasi