Waduh, Penurunan Ekspor Karet Terbesar di Tahun 2023

- Sabtu, 15 April 2023 17:39 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202304/karet.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Ekspor golongan karet dan barang dari karet mengalami penurunan terbesar di Januari hingga Februari 2023. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, eskpor golongan karet dan barang dari karet turun sebesar US$89,29 juta atau turun 40,40%.

Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin mengungkapkan selain karet, ekspor golongan kopi, teh dan rempah-rempah juga mengalami penurunan mencapai 37,41% atau turun sebesar US$31,12 juta. Penurunan juga tampak pada ekspor bahan kimia organik (36,14%), kayu, barang dari kayu (28,99%), serta berbagai produk kimia (21,96%).

"Sedangkan golongan barang yang mengalami kenaikan terbesar adalah lemak dan minyak hewan/nabati naik sebesar US$80,15 juta (11,94%) diikuti ampas/sisa industri makanan naik sebesar US$62,86 juta (71,34%)," ungkap dia, Sabtu (15/4/2023).

Pria yang akrab disapa Hasan ini menjelaskan ekspor golongan barang utama Sumut pada Februari 2023 terhadap Januari 2023 yang mengalami kenaikan terbesar adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$94,50 juta (28,78%), diikuti golongan tembakau naik sebesar US$10,08 juta (70,83%). 

"Sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan ekspor terbesar yaitu ampas/sisa industri makanan sebesar US$36,97 juta (-39,34%)," tuturnya.

Sebelumnya, Hasan mengungkapkan nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Februari 2023 mengalami kenaikan dibandingkan Januari 2023, yaitu dari US$814,16 juta menjadi US$918,411 juta atau naik sebesar 12,80 persen. Bila dibandingkan dengan Februari 2022, ekspor Sumatera Utara mengalami kenaikan sebesar 3,73 persen.

Golongan barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar pada Februari 2023 terhadap Januari 2023 adalah golongan lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$94,50 juta (28,78%) sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan nilai ekspor terbesar adalah golongan ampas/sisa industri makanan turun sebesar US$36,97 juta (-39,34%). 

Ekspor ke Tiongkok pada Februari 2023 merupakan yang terbesar yaitu US$175,21 juta diikuti Amerika Serikat sebesar US$103,31 juta dan India sebesar US$76,89 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 38,70 persen. 

Kemudian, menurut kelompok negara utama tujuan ekspor pada Februari 2023, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai US$366,97 juta (39,96%).

Redaksi


Tag:

Berita Terkait

Bisnis

Tertarik Bisnis Glamping, Christian Sugiono Pilih Bali Jadi Lokasi

Bisnis

Pertalite Langka di SPBU, Daya Beli Warga Kian Tertekan Harus Beli Pertamax

Bisnis

AS-Iran Saling Serang Lagi, Selat Hormuz Ditutup dan Pengaruhi Harga Minyak Dunia

Bisnis

Tiga Personel Polres Pematangsiantar Raih Penghargaan dari Kapolda Sumut

Bisnis

Wabup Kutai Tinjau Pengembangan Agribisnis Aren di Pesantren Al Hidayah Deli Serdang

Bisnis

Raih Penghargaan di Music Awards Japan 2026, Hindia: Sangat Sureal bagi Saya