Harga Cabai Merah Dibawah Patokan, Sumut Deflasi 0,18%

- Selasa, 02 Mei 2023 14:18 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202305/nurul.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Tak ingin harga cabai merah sampai melambung tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut memberikan perhatian khusus pada komoditas yang selalu menjadi penyumbang inflasi ini. Apalagi sekarang, harga cabai merah cukup rendah dibawah patokan Rp 23 ribu/kg.

"Harga cabai merah ini, kita lakukan tinjauan khusus sehingga harganya nanti tidak tiba-tiba naik. Termasuk juga harga daging ayam ras," ucap Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin, Selasa (2/5/2023).

Pria yang akrab disapa Hasan ini mengungkapkan cabai merah dan daging ayam ras ini merupakan komoditas penyumbang deflasi di Sumut. Cabai merah yang paling tinggi dengan deflasi 0,19%, diikuti tomat sebesar 0,10%, ikan tongkol 0,06%, serta bawang merah dan daging ayam ras sama, sebesar 0,04%.

"Cabai merah ini memberikan tekanan deflasi tertinggi di Sumut pada April 2023 ini. Berbeda dengan Mei 2022 lalu, tentunya deflasi ini tidak membuat kita terlena," tandasnya.

Hasan bilang kondisi inflasi Sumut April 2023 ini terjaga baik. Beda dari nasional yang terjadi inflasi 0,33%, Sumut berhasil menjaga harga sehingga deflasi 0,18%.

Dimana Kota Medan deflasi 0,20%, Pematangsiantar deflasi sebesar 0,25%, Padang Sidempuan deflasi sebesar 0,04%, Gunungsitoli deflasi sebesar 0,42% dan Sibolga inflasi sebesar 0,27%.m  

Beberapa komoditas penyumbang inflasi yang tertinggi jeruk sebesar 0,05%, beras sebesar 0,03%, emas perhiasa sebesar 0,03%, rokok sebesar 0,02%.. Dan Angkutan Antar Kota, Angkutan Udara yang menyumbang inflasi 0,02%.

"Inflasi angkutan udara ini masih lebih baik dari nasional," ungkap dia.

Dalam kesempatan ini, Hasan menyampaikanp ada April 2023 terjadi inflasi year on year (yoy) gabungan lima kota di Sumatera Utara (Sibolga, Pematangsiantar, Medan, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli) sebesar 4,16% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,88. 

Dia menjelaskan dari lima kota IHK di Sumatera Utara, inflasi yoy tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 5,11% dengan IHK sebesar 116,69 dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 3,20% dengan IHK sebesar 114,12.

Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks harga kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok makanan, minuman,

dan tembakau sebesar 3,28%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,82%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,38%.

Lalu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,83%; kelompok kesehatan sebesar 2,37%; kelompok transportasi sebesar 16,54%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 7,00%; kelompok pendidikan sebesar 0,56%.

Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,23%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,21%.

"Komoditas utama penyumbang inflasi yoy pada April 2023, antara lain bensin, beras, rokok kretek filter, angkutan udara, angkutan dalam kota, telur ayam ras, dan

ikan dencis," tandasnya.

Redaksi


Tag:

Berita Terkait

Bisnis

Jusup Ginting: Pertamina Harus Segera Pastikan Kapan Berakhirnya Antrean BBM di Medan

Bisnis

Polrestabes Medan Tangkap Residivis Pemasok Narkoba

Bisnis

Tertarik Bisnis Glamping, Christian Sugiono Pilih Bali Jadi Lokasi

Bisnis

Wong Chun Sen Teruskan Aspirasi Mahasiswa ke BAM DPR RI

Bisnis

Wakil Bupati Nias Sambut Kepulangan Kontingen Pramuka, Peserta Bawa Pulang Prestasi

Bisnis

GM KB FKPPI Sumut Apresiasi Langkah Gubsu Libatkan TNI-Polri Salurkan BBM ke Medan-Deli Serdang