OJK: Sektor Jasa Keuangan Mampu Hadapi Gejolak Global

- Jumat, 05 Mei 2023 19:58 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202305/OJK4.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor keuangan mampu bertahan dalam menghadapi gejolak global. Lantaran stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan permodalan dan likuiditas yang baik.

Dalam keterangan tertulis yang dikirim Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi, Aman Santosa diungkap eskalasi tensi geopolitik, berlanjutnya permasalahan perbankan AS serta tingkat inflasi global yang meskipun menurun masih bertahan di tingkat yang tinggi. Ini menjadi sumber potensi kerentanan utama bagi stabilitas sektor keuangan global. 

"Beberapa indikator sektor riil AS bergerak melemah, yang meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya resesi serta isu batasan debt ceiling AS menambah ketidakpastian di pasar," tulisnya dari hasil paparan secara virtual, Jumat (5/5/2023). 

Katanya, kekhawatiran akan pengetatan likuiditas terus meningkat di tengah berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter oleh Bank sentral utama global. Pasar tenaga kerja di AS dan Eropa masih kuat, begitupun perekonomian Tiongkok yang melanjutkan pemulihan setelah melakukan reopening pasca pandemi. 

Langkah cepat dari otoritas terkait penanganan gejolak perbankan di AS dan Eropa diharapkan dapat meredam penularan tekanan lebih lanjut secara global.

Indikator perekonomian Indonesia terkini menunjukkan kinerja ekonomi nasional yang solid dengan tumbuh 5,03 persen yoy di triwulan I 2023, meningkat dibandingkan triwulan IV 2022 yang tumbuh 5,01 persen yoy. 

Inflasi menurun dan terkendali saat Ramadan dan Hari Raya dengan langkah antisipatif Pemerintah di antaranya melalui pengendalian harga bahan pangan. Aktivitas manufaktur melanjutkan tren ekspansi selama 20 bulan berturut-turut dengan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur nasional tercatat naik menjadi 52,7 (Maret 2023: 51,9). 

Di sektor eksternal, neraca perdagangan Indonesia di Maret 2023 kembali mencatatkan surplus meskipun menyempit akibat kontraksi nilai ekspor yang lebih dalam dibandingkan impor. 

Redaksi


Tag:

Berita Terkait

Bisnis

Pemko Medan Optimalkan Realisasi APBD 2026

Bisnis

DPP GMNI Gelar Lokakarya Kaderisasi Nasional di Lampung

Bisnis

Kabut Asap di Medan, Lurah Sari Rejo Bagikan 500 Masker Gratis

Bisnis

Polisi Gerebek Kampung Nelayan Batubara, 3 Pria Diamankan

Bisnis

Harga Cabai Rawit di Medan Tembus Rp 95.000 Per Kilogram

Bisnis

Bapenda Medan Hadirkan “Lapor Bapenda”, Pengaduan Pajak Kini Online