BTN Kanwil IV Bidik Dana Tabungan Rp4,45 Triliun

- Minggu, 14 Mei 2023 18:54 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202305/IMG-20230514-WA0006.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Kantor Wilayah IV Sumateramenargetkan perolehan tabungan tahun ini bisa mencapai Rp4,45 triliun atau naikdibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,044 triliun.

Regional Office Head Bank Tabungan Negara (BTN) KantorWilayah IV Sumatera, M Amin Sholeh mengatakan untuk mencapai target tersebut,perseroan tetap fokus disalah satu diferensiasi produk tabungan yang ada yaitutabungan bisnis dan pendalaman ekosistem bisnis di setiap nasabah.

"Diharapkan bahwasanya BTN juga mendapat pasar dibisnis turunan dari setiap nasabah sehingga seluruh cashflow nasabah sertavendor baik suplayernya juga menggunakan tabungan BTN untuk setiaptransaksinya," jelasnya saat dikonfirmasi awak media, Minggu (14/5/2023).

Amin melanjutkan, saat ini di setiap Kantor Cabang maupunoutlet di Sumatera harus memiliki binaan ekosistem bisnis, baik itu di bidangfood and beverages, related housing, trading, education, maupun healthy."Diharapkan nantinya produk tabungan BTN di Sumatera (kanwil IV) dapattumbuh dari posisi Rp4,044 triliun di tahun 2022 menjadi Rp4,450 triliun diakhir tahun 2023," tegasnya.

Menurut Amin, BTN dalam dua tahun terakhir ini fokusmelakukan kegiatan pemasaran produk tabungan yang berbasis aktifitas transaksionalyaitu Tabungan BTN Bisnis dan Tabungan BTN Batara serta Tabungan BTNPayroll/Pensiunan.

"Tabungan bisnis ditujukan untuk para nasabah yangsekaligus seorang pebisnis sehingga segala kegiatan transaksi keuanganbisnisnya (baik penerimaan/pendapatan ataupun pengeluaran/pembayaran) one stopservice menggunakan produk tabungan tersebut," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Amin, untuk tabungan BTN Bataramerupakan tabungan transaksional untuk nasabah yang bersifat non pebisnis.Misalnya, karyawan, ibu rumah tangga, dan mahasiswa.

"Adapun Tabungan BTN Payroll serta BTN Pensiunanditujukan sebagai sarana penerimaan gaji / pensiunan dan kebutuhan transaksiuntuk para karyawan atau pekerja di perusahaan maupun instansi pemerintah,TNI/Polri dan Swasta serta para pensiunan yang dikelola oleh Taspen danASABRI," ujarnya.

Sementara untuk komposisi dana Murah BTN (CASA), lanjutAmin, saat ini di posisi akhir tahun 2022 adalah sebesar 48,5%. Untuk akhirtahun 2023 nanti diharapkan posisi CASA BTN berada di angka 48,02%.

"Untuk target posisi Dana Pihak Ketiga Ritel tahun ini,khususnya di wilayah Kanwil IV Sumatera ditargetkan untuk tumbuh sebesar 16,3%atau sebesar Rp997 miliar Sehingga diharapkan posisi DPK ritel BTN baik itutabungan maupun deposito ritel sebesar Rp7,09 triliun di akhir tahun2023," ucapnya.

Sedangkan untuk Dana Lembaga ditargetkan tumbuh sebesar 19,2% atau sebesar Rp1,360 triliun. Sehingga di harapkan posisi DPK lembaga BankBTN berada di angka Rp12,62 triliun diakhir tahun 2023.

Amin juga menjelaskan, strategi BTN agar target dana pihakketiga dapat yaitu mengembangkan customer base melalui pendekatan ekosistembisnis yang berfokus pada sektor property related, helathcare, perdagangan,education, dan kawasan industri. Selain itu, perseroan juga akan meningkatkankuantitas dan kualitas nasabah payroll dengan fokus utama korporasi BUMN dananak perusahaan, education, healthcare serta pensiunan.

"Mengembangkan retail and wholesale transaction melaluiprogram akuisisi dan aktivasi mobile banking, kartu debit, EDC, Qris, cashmanagement serta trade service serta diversifikasi nasabah komersial untukmenurunkan ketergantungan deposan inti melalui ekosistem bisnis untukmendapatkan rekanan dan transaksi bisnisnya," ucap Amin.

Sedangkan untuk mengedukasi nasabah agar menggunakantransaksi Mobile BTN, kata Amin, salah satu inisiatif strategi di tahun 2023yaitu mengembangkan retail and wholesale transaction melalui BTN Mobile."Saat ini di wilayah sumatera, terdapat kota-kota yang menjadi paretopenyumbang DPK (pihak ketiga) terbesar yaitu Medan, Batam, Palembang, danPekanbaru," pungkasnya.

 

 

 

Kontributor: Abimanyu/ril


Tag:

Berita Terkait

Bisnis

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

Bisnis

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

Bisnis

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

Bisnis

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

Bisnis

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

Bisnis

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara