Pelaku UMKM Miliki Pondasi Kuasai Pasar Domestik dan Global

- Selasa, 30 Mei 2023 17:52 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202305/): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), TetenMasduki menyatakan bahwa seluruh jajarannya selama lima tahun terakhir inisudah meletakkan fondasi yang cukup kuat dalam menyiapkan koperasi dan UMKM(KUMKM) agar mampu menguasai pasar domestik maupun pasar global.

"Untuk pengembangan koperasi dan UMKM, kami pastikansudah membangun ekosistem yang mendorong koperasi dan UMKM tumbuh danberkembang menjadi bagian dari industri. Sehingga, kebijakan seperti inisemestinya bisa terus dilanjutkan," kata MenKopUKM Teten Masduki saatmembuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perencanaan Bidang Koperasi, UMKM,dan Kewirausahaan Tahun 2023, bertema Mempercepat Transformasi Ekonomi yangInklusif dan Berkelanjutan melalui Penguatan Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan,di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (29/5/2023).

Ekosistem yang sudah dibangun tersebut, mencakup kemudahanberusaha, akses kepada pembiayaan, akses kepada teknologi industri yang modern,hingga 40 persen alokasi belanja pemerintah membeli produk KUMKM.

MenKopUKM berharap program seperti ini tetap dilanjutkanpada pemerintahan mendatang. Ia tidak ingin UMKM tertinggal di sektor-sektorekonomi marjinal yang berteknologi rendah. "Kita harus menyiapkan UMKMmenjadi backbone ekonomi nasional yang bisa menyediakan lapangan kerjaberkualitas," ucap Menteri Teten.

Bagi MenKopUKM, pihaknya akan mendesain sekecil apapun UMKMagar bisa diindustrialisasi di kemudian hari. "Hal itu sudah dilakukan diJepang, Korsel, dan China. Dan Indonesia harus melakukan evolusi tersebut.Kalau tidak, akan terjadi gap antara industri dan UMKM, termasuk gapkesejahteraan,” kata Teten.

Di samping itu, Menteri Teten juga tengah menyiapkanekosistem kelembagaan bagi koperasi, yang sejak 1992 tidak terurus dengan baik.Berbeda dengan perbankan, dimana ekosistemnya sudah demikian lengkap sejakkrisis moneter pada 1998. "Seharusnya, pemerintah lebih mengurusikoperasi, karena ini menyangkut urusan orang-orang kecil," ucap MenteriTeten.

Menteri Teten mengakui, belakangan ini banyak bermunculankoperasi simpan pinjam (KSP) bermasalah alias gagal bayar. Hal itu disebabkankarena kelemahan dalam UU Perkoperasian tahun 1992 terkait pengawasan koperasiyang dilakukan secara mandiri oleh Pengawas Koperasi.

Menteri Teten tidak menampik fakta yang menyebutkanbanyaknya pelaku kejahatan di sektor keuangan yang banyak mendirikan koperasikarena pengawasan di koperasi sangat lemah. "Banyak koperasi bermasalahyang background-nya didirikan para pebisnis. Ini menjadi bisnis uang. Bukanlagi mendirikan KSP untuk membantu usaha mikro dan kecil dalam mendapatkanpembiayaan atau modal kerja," kata MenKop UKM.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris KemenKopUKM ArifRahman Hakim menjelaskan, tujuan dari Rakortek ini adalah ingin menguatkanpemahaman bersama agar bisa melangkah satu irama mencapai target yg telahditetapkan di RPJMN 2020-2024.

"Tahun 2023 ini kita menyiapkan perencanaan 2024 yangmenjadi tahun penting. Lebih dari itu, kita ingin mentransformasi ekonomi yanginklusif dan memperkuatnya supaya tumbuh berkelanjutan," kata Arif.

Oleh karena itu, Arif menambahkan, pada 2024 mendatang,dalam rangka mewujudkan peningkatan produktivitas koperasi, UMKM, dan kewirausahaan,KemenKopUKM akan fokus pada 7 Program Prioritas.

Program prioritas dimaksud yakni, pendataan lengkap koperasidan UMKM, Pengelolaan Terpadu UMKM, implementasi Perpres Nomor 2 Tahun 2022tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional, Redesign PLUT-KUMKM (The New PLUTsebagai Center of Excellence, Koperasi Modern melalui Korporatisasi Pangan(petani dan nelayan), pengentasan kemiskinan ekstrim, hingga layanan RumahKemasan.

 

 

 

Kontributor: Azzareen


Tag:

Berita Terkait

Bisnis

Tertarik Bisnis Glamping, Christian Sugiono Pilih Bali Jadi Lokasi

Bisnis

Ini Enam Danau Memukau di Indonesia, Danau Toba Juaranya

Bisnis

Uang Korban Scam Rp200 Miliar Selamat, OJK Blokir Ratusan Ribu Rekening Bank

Bisnis

Persaingan Ketat, John Herdman Pilih Pemain yang Paling Siap Bela Indonesia di ASEAN Championship 2026

Bisnis

Bahas RUU HPI di DPR, PERADI Profesional Usulkan Penguatan Kepastian Hukum Internasional

Bisnis

Resmi! Gopprera Panggabean Jadi Ketua KPPU Baru, Siap Perketat Pengawasan Pasar