Pemangkasan Bunga Acuan Bank Sentral China Angin Segar Ekspor Sumut

- Kamis, 15 Juni 2023 08:26 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202306/CPO_istock.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news - Pemangkasan bunga acuan Bank Sentral China sebesar 10 basis poi menjadi 1,9% telah mendongkrak kenaikan harga CPO. Kondisi ini tentu akan berpengaruh bagi Sumatera Utara (Sumut). Lantaran bahan baku CPO, kelapa sawit merupakan hasil pertanian utama Sumut.

Di pasaran global, saat ini harga CPO ditransaksikan di level 3.517 ringgit per ton. Mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan harga pada awal pekan ini, yang sempat ditransaksikan dikisaran 3.300-an ringgit per ton nya.

Ekonom Sumut Gunawan Benjamin menuturkan, kondisi ini sangat berpeluang mendorong pemulihan kinerja ekspor di tanah air, tanpa kecuali kinerja ekspor Sumut. Dengan pemotongan besaran bunga acuan tersebut, diharapkan konsumsi masyarakat di China membaik, yang diharapkan bisa mendorong permintaan barang dari wilayah Sumut.

"Harga CPO global yang mengalami kenaikan tersebut tentunya akan menjadi acuan pembentukan harga CPO di tanah air. Trennya lagi naik, khususnya setelah kebijakan pemangkasan bunga acuan PBoC. Hanya saja kenaikan tersebut adalah kenaikan yang belum bisa menjamin bahwa volume ekspor Sumut ke China juga akan mengalami kenaikan serupa," ungkapnya, Kamis (15/6/2023).

Gunawan menilai kenaikan harga CPO itu sebagai respon pasar terhadap kebijakan penurunan bunga acuan saja. Artinya pelaku pasar optimis ada harapan pemulihan ekonomi China sehingga sejumlah harga komoditas mengalami kenaikan. Dan komoditas yang serempak mengalami kenaikan selain komoditas pertanian, juga diikuti dengan pemulihan komoditas energi.

"Jadi kita tunggu saja rilis data BPS terkait dengan volume ekspor nantinya. Sejauh ini kebijakan penurunan suku bunga acuan tersebut telah menghidupkan harapan akan adanya pemulihan ekspor komoditas Sumut. Bukan hanya ke China, tetapi juga ke negara lainnya. Karena akselerasi pemulihan kinerja ekonomi China sangat potensial mendorong pemulihan ekonomi di negara lain.

"Secercah harapan pemulihan ekonomi kembali terlihat saat ini. Walaupun pada dasarnya masih terlalu dini untuk menyimpulkannya. Terlebih setelah eropa yang masuk dalam jurang resesi, AS secara meyakinkan diproyeksikan akan masuk dalam jurang resesi di tahun ini," pungkasnya.

Reporter : Siti Amelia


Tag:

Berita Terkait

Bisnis

Tertarik Bisnis Glamping, Christian Sugiono Pilih Bali Jadi Lokasi

Bisnis

Pertalite Langka di SPBU, Daya Beli Warga Kian Tertekan Harus Beli Pertamax

Bisnis

AS-Iran Saling Serang Lagi, Selat Hormuz Ditutup dan Pengaruhi Harga Minyak Dunia

Bisnis

Tiga Personel Polres Pematangsiantar Raih Penghargaan dari Kapolda Sumut

Bisnis

Wabup Kutai Tinjau Pengembangan Agribisnis Aren di Pesantren Al Hidayah Deli Serdang

Bisnis

Raih Penghargaan di Music Awards Japan 2026, Hindia: Sangat Sureal bagi Saya