Kitakini,news – Direktur Utama Bank Sumut yang baruyakni Babay Parid Wazdi diharapkan untuk terus bersinergi dan berkolaborasidengan legislatif, serta memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat agarmenabung di bank milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu.
Demikian disampaikan Bendahara Fraksi PartaiKeadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSumut), Hendro Susanto kepada Kitakini.news melalui sambungan seluler dariMedan, Minggu (9/7/2023).
Hal ini dikatakan Hendro merespon penetapan BabayParid Wazdi sebagai Dirut Bank Sumut, dalam Rapat Umum Pemegang Saham LuarBiasa (RUPS-LB), Senin (3/7/2023), setelah sekitar 6 bulan dijabat Hadi Suciptosebagai pelaksana tugas.
Dalam pesannya kepada Babay Parid Wajdi, Gubsu EdyRahmayadi, yang langsung mengumumkan penetapan pejabat baru itu, berharap BankSumut bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, dan harus menjadi lini terdepandi bidang perbankan Sumut.
Menyikapi hadirnya dirut baru dan pesan Gubsutersebut, Hendro mengungkapkan bahwa ada hal-hal yang perlu dicermati danditindaklanjuti dengan baik, termasuk diantaranya memaksimalkan sosialisasikepada masyarakat agar menabung di Bank Sumut.
“Dalam kegiatan reses kami di daerah, kami menemukanhanya 5-10 orang dari 200 warga yang hadir menabung di Bank Sumut, selebihnyabank nasional. Kenapa gak di Bank Sumut, kan banknya warga Sumut. Data samplingini saya kira jadi Pekerjaan Rumah (PR) besar,” bebernya.
Karena itu, Hendro meminta seluruh jajaran SumberDaya Manusia (SDM) di bank itu terus memaksimalkan bahkan membumikan gerakanmenabung, termasuk di unit Bank Syariah di bank itu, karena devidennyaberkeadilan dan untuk membangun provinsi ini.
Selain itu, lanjut Hendro, Fraksi PKS DPRD Sumut memintaDirut Bank Sumut yang baru untuk menyesuaikan dirinya dengan kultur budayakerja di daerah ini.
“Beliau ini kan dari Jakarta, dan lama berkecimpungdi dunia perbankan di luar Sumut, kita berharap jangan terlalu sering keJakarta,” ujarnya.
“Kita juga dapat laporan ada satu direksi di BankSumut setiap minggu ke Jakarta. Harusnya stay disini (Sumut), karena banyakyang perlu di-urusin,” tutur Hendro seraya menambahkan agar hal itu (kehadirandi Sumut) dapat mendorong habit kinerja yang positip.
Masih kata Hendro, bahwa pihaknya yakin, dengan Backgroundyang cukup baik, Dirut Babay Parid Wazdi, yang pernah menjabat Dirut Ritel danSyariah di Bank DKI di Jakarta dan berbagai jabatan di bank lain, mampu mencermatinyasecara maksimal.
Fraksi PKS berharap teruslah bangun sinergitas dankolaborasi, termasuk dengan DPRD Sumut, agar linear dengan visi dan misi GubsuEdy Rahmayadi, meski jabatan beliau berakhir September 2023.
Diantaranya, sambung Hendro, untuk membahas berbagai hal, seperti penyertaanmodal, kredit macet, Perda Jamkrida, dan meneruskan terobosan seperti yangpernah dilakukan Plt Bank Sumut Hadi Sucipto.
“Yakni, kenaikan laba Bank Sumut berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2022(audited) sebesar Rp701 miliar atau meningkat 14,22 persen year on yeardibandingkan Desember 2021 sebesar Rp614 miliar,” paparnya.
Kemudian, tambah Hendro, pertumbuhan aset tercatatsebesar Rp40,6 triliun atau meningkat 6,8 persen dari yang sebelumnya Rp38,01triliun. Adapun pembagian deviden tunai sebesar Rp560,5 miliar kepada pemegangsaham berdasarkan performance dan laporan keuangan di tahun 2022 lalu.
“Ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan, begitujuga perhatian dan apresiasi yang diberikan Pak Hadi kepada para karyawannya,”pungkas Hendro, seraya tak lupamenyisipkan pantun Kalau bukan setetes tinta, gak akan ditulis sebait pantun, kalau bukan karenacinta, gak akan Mas Parid hadir di Sumatera Utara, ini.”
Redaksi