Kitakini.news - Seseorang dalam status narapidana bukan lagi jadipengangguran besar-besaran karena Rumah Tahanan (Rutan) dapat menciptakanlapangan pekerjaan di dunia usaha kerajinan tangan.
Rutan Klas 1 Labuhan Deli sudah memberdayakan seratusanwarga binaan permasyarakatan (WBP) mengolah limbah daun pokok nipah menjadisapu lidi berkualitas akan diekspor ke Dubai.
Demikian disampaikan Kepala Rutan Klas 1 Labuhan Deli ErwinFransiskus Simangunsong, akhir pekan lalu.
Seratusan warga binaan yang pada umum nya hampir 80 persenterlibat kasus narkoba, ikut mengerjakan pembuatan sapu lidi di aula RumahTahanan Kelas 1 Labuhan Deli Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Martubung KecamatanMedan Labuhan, Sumatera utara.
Dengan mengunakan bahan baku dari limbah daun pokok nipahsebanyak hampir lima ton yang didapatkan dari salah satu perusahaan industrisapu lidi, mempercayai WBP sebagai pekerja, untuk merakit sapu lidi yang akan diekspor ke negara Dubai.
Meski pembuatan sapu lidi secara manual,namun terlihatmereka terampil dan teliti dalam mengerjakan merakit darimulai menyusun,mengikat mengunakan tali khusus sebelum di ekspor ke luar negeriseperti Dubai.
Erwin Fransiskus Simangunsong,mengatakan WBP diberikankesempatan oleh salah satu perusahaan industri sapu lidi untuk memberdayakanWBP sebagai pekerja,untuk mengikat sapu lidi yang akan di ekspor ke Dubai.
"Warga binaan diberi ketrampilan jika mereka kelak kembali kemasyarakat di luar sana sudah memiliki ketrampilan yang mencari hidup dan memiliki keahlian yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan," ungkapnya.
Seorang warga binaan Rutan Klas 1 Labuhan, Deli Karmen mengatakan dengan diberdayakan mereka sebagai pekerja membuat sapu lidi yangbaru sebulan dijalani ini.
"Selain menambah penghasilan selama menjadi narapidanajuga menjadi motivasi di dunia lapangan pekerjaan," akunya.
"Dengan adanya berbagai kegiatan keterampilan selama menjadiWBP dan jika bebas,nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan di tengahmasyarakat," jelas Karmen.
Kontributor: Desrin Pasaribu