Kitakini.news - Setelah berhasil kaburdari pengawalan polisi dengan melompat ke Sungai Batang Lubuh, Rokan Hulu,Riau, pada Rabu (2/10/2024), Andi Saputra alias Putra Bin Asril, tahanan kasusnarkoba, akhirnya berhasil ditangkap kembali.
Tim gabungan KejaksaanNegeri (Kejari) Rokan Hulu (Rohul) dan Polres Rohul menangkap Andi di rumahorang tuanya di Desa Rambah Hilir, Kecamatan Rambah Hilir, pada Jumat(4/10/2024) sekitar pukul 23.00 WIB.
Tersangka yang sempatmelarikan diri kini telah dititipkan di Lapas Kelas II B Pasir Pengaraian padaSabtu (5/10/2024) pagi sekitar pukul 9.00 WIB.
Tersangka langsungdiserahkan Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Fajar Haryowimbuko, didampingioleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum dan jajaran, kepada Kalapas Kelas II B,Efendi Parlindungan Purba, Minggu (6/10/2024).
Kejari Rohulmenyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terkaitmotif di balik pelarian tersangka dari pengawalan polisi.
Kajari menjelaskanbahwa keberhasilan penangkapan ini merupakan hasil sinergi yang baik antaraKejari Rohul dan Polres Rohul.
Fajar Haryowimbukojuga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Rohul beserta jajarannya atasupaya aktif dalam membantu proses penangkapan tanpa kekerasan, yang dilakukankurang dari 3x24 jam.
Dia juga memastikanbahwa akan ada hukuman tambahan bagi tersangka atas aksi kaburnya, sebagaiupaya untuk memberikan efek jera. Selain itu, Jaksa Penuntut Umum akan segeramelimpahkan perkara ini ke Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian untuk proseshukum selanjutnya.
Sebelumnya diberitakan seorang tahanan kasus narkotika bernama Andi Saputraalias Putra Bin Asril berhasil kabur dari pengawalan polisi pada Rabu(2/10/2024), sekitar pukul 14.15 WIB.
Tahanan tersebut melarikan diri saat dalam perjalanan menuju Lapas Kelas IIBPasir Pengaraian usai proses penyerahan dari Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Riau.
Tahanan yang melarikandiri merupakan tersangka kasus narkotika dengan barang bukti berupa 6,05 gramsabu, sepeda motor Kawasaki Ninja 250 cc, dan ponsel merek Oppo.
Ia mengatakan, saat insiden terjadi di Jembatan Batang Lubuh, Pasir Pengaraian,Andi berpura-pura batuk dan meminta izin untuk membuang dahak. Ketika petugasmembuka jendela mobil, Andi dengan cepat membuka pintu dan melompat keluar.
Setelah melompat, Andi segera melarikan diri ke arah jembatan dan menceburkandiri ke Sungai Batang Lubuh. Meskipun petugas sempat melepaskan tembakanperingatan, tahanan tersebut tetap melarikan diri dengan berenang di sungai.