Kitakini.news -Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu)Irjen pol Whisnu Hermawan, membentuk tim khusus untuk mencari kebenaran kasusdugaan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan tembak seorang remaja hinggatewas saat mengamankan tawuran.
Team ini melibatkan personel Pidana Umum, Propam dan Labfor. Tim gabungan ininantinya langsung dipimpin oleh Irwasda Polda Sumut yakni Kombes Pol NanangMasbudi.Tidak itu saja selama proses penyelidikan, pihak Kompolnas juga diturunkanuntuk mengawasinya.
Sementara itu, dalam penyelidikannya, AKBP Oloan Siahaan Kapolres PelabuhanBelawan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di Bid Propam Polda Sumut.
Surat pemberhentian sementara sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan pun sudahdiajukan ke Mabes Polri, agar status AKBP Oloan sebagai Kapolres dinonaktifkan.Ini untuk mempermudah penyidik memeriksa dan aktifitas Polres Pelabuhan Belawantidak terganggu.
Irjen Pol Whisnu mengatakan terkait kasus tersebut, ada dua remaja terkenaktembak, namun satu diantaranya tewas karena kena di bagian dada, sedangkansatunya di bagian kaki.Untuk yang meninggal dunia yaitu Muhammad Suhada (15) dan satunya lagi berusia17 tahun yang kini dirawat di RS Bhayangkara Medan.
Menurut Kapoldasu, peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam jelang Minggudinihari, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan baru pulang darikantor. Namun tiba-tiba di jalan Tol Balmera ada aksi tawuran dan mobil sertaAKBP Oloan dapat serangan hingga dirinya dikepung oleh pelaku tawuran.Ketika mencoba melerai dan mengamankan, Kapolres Pelabuhan Belawan melakukantembakan peringatan dan kemudian mengenai dua remaja.
Untuk kasus itu pun pihak Polda Sumut sudah menangkap 17 orang pemuda dalamaksi tawuran dan semuanya diketahui positif konsumsi narkoba jenis ganja.
Dirinya juga menegaskan, kasus ini terus diusut secara terang benderang dantidak ada yang ditutup-tutupi bahkan pemeriksaannya secara transparan agardapatkan bukti sebenarnya. (**)