Kitakini.news - Seoranganak berusia 6 tahun, warga Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, KotaPadangsidimpuan, berinisial AJ, diduga menjadi korban pencabualan oleh seorangpemilik warung voucher wifi berinisial AW, tetangga korban sendiri.
Korbanmerupakan anak dari pasangan R (36) dan NS (30). Orang tua korban berprofesisebagai buruh bangunan. Keduanya merasa curiga setelah sang anak mengakui kesakitanusai pulang dari rumah AW.
"Diapulang ke rumah dalam keadaan menangis," ungkap NS kepada wartawan, Kamis(8/5/2025).
Curigasudah terjadi sesuatu kepada anak pertamanya, NS langsung bertanya apa yangsudah terjadi. Spontan korban menceritakan perlakuan AW kepadanya ketikamengisi ulang voucher wifi. "Awal dia sampai ke rumah, AJ langsungmengeluh, bahwa kemaluannya sakit," ujarnya.
Merasayang aneh, orangtua korban langsung menanyakan apa yang sudah dialami korban.Pengakuannya, sudah kerap terjadi dugaan perlakuan itu ketika membeli voucherwifi ke tempat itu.
"Jadi,anak saya selalu membeli (paket wifi) ke situ dan anak-anak lain juga kesanabelumnya. Dan selalu lama di dalam rumah, tapi baru ini ketahuan," katanya.
Kekerasan terjadi di Rumah TerdugaPelaku
"Dariaduan anak saya. Saya paksa menceritakan apa yang dialaminya. Dia bilangterduga pelaku membekap mulutnya lalu memasukkan jarinya ke 'apa' putriku bang.Makanya sampe berdarah. Tolonglah bang kek mana ini," ucap Ibu dua anak inidengan berurai air mata.
Lantasdengan penuh harap agar kasus ini terbongkar, keluarga korban melaporkankejadian ke Mapolres Padangsidimpuan. "Sudah dilaporkan bang. Dan barusanbang selesai visum di rumah sakit, dokter bilang luka robek di kemaluan karenamemasukkan secara paksa bukan hanya sekali bang," ujar ibu rumah tangga inidengan terisak-isak.
Terpisah,Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP H Naibaho saat dikonfirmasimengungkapkan pihaknya sedang menindak lanjuti. "Baik pak kita update yapak," ujarnya, Jumat (9/5/2025).