Kitakini.news -Terkaitkasus penipuan kartu ATM menggunakan tusuk gigi yang terjadi di KotaPadangsidimpuan, pelaku berinisial DW (58) mengaku pernah beraksi di KotaSibolga bersama rekannya yang masih di bawah umur.
Daripengakuan DW, mereka sempat mencoba melancarkan aksi ke sejumlah anjungan tunaimandiri (ATM) di Kota Sibolga, namun gagal karena petugas keamanan menjagaketat di lokasi.
KapolresPadangsidimpuan, AKBP Wira Prayatna mengatakan bahwa berdasarkan pengakuantersebut, pelaku ternyata sudah sering tersandung berbagai kasus pidana dibeberapa tempat seperti Jakarta, Palembang bahkan di Singapura dan Malaysia.
"Katanyadia juga pernah ditahan di Singapura akibat visanya sudah dua bulan lebihhabis. Begitu juga di Kota Medan, pernah terlibat copet Pasar Sambu hinggaditahan selama 4 tahun lebih.
Termasukdi Jakarta, pelaku ini juga pernah terlibat kecelakaan lalu lintas," sebutWira, Jumat (7/11/2025).
Wirajuga menerangkan bahwa pelaku DW dan A (belum tertangkap), adalah satu timdengan kesepakatan bagi hasil jika aksi mereka sukses.
"PelakuDW dan A akan menerima upah Rp1 Juta satu hari. Sementara R (anak dibawah umur)akan di beri upah Rp500 Ribu satu hari," terangnya.
Beritasebelumnya, dua dari tiga warga asal Sumatera Selatan (Sumsel) dan SumateraBarat (Sumbar) ketahuan saat beraksi menipun korban di bilik anjungan tunaimandiri (ATM), menggunakan tusuk gigi dan kartu ATM pengganti.
Aksimereka ketahuan saat beraksi di ATM kawasan Jalan Imam Bonjol, KelurahanPadangmatinggi, Kota Padangsidimpuan, pada Rabu (5/11/2025) lalu, sekira pukul16.30 WIB.