Kitakini.news -KejaksaanNegeri (Kejari) Medan menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja signifikan, khususnyadalam upaya pemulihan kerugian keuangan negara. Kepala Kejari Medan, Fajar SyahPutra, menegaskan komitmen jajarannya untuk bekerja optimal dan profesional,termasuk dalam pelacakan aset milik tersangka dan terdakwa tindak pidanakorupsi.
"Kita mintabidang Pidsus dan Intelijen berkoordinasi melacak harta bendanya," ujar Fajarsaat menyampaikan refleksi akhir tahun di Kantor Kejari Medan, Kamis(11/12/2025).
Menurutnya,keberhasilan pemberantasan korupsi bukan sekadar pada aspek penindakan, tetapijuga kemampuan memulihkan kerugian negara secara maksimal.
PemulihanKerugian Negara Capai Rp181,2 Miliar hingga pekan kedua Desember 2025, KejariMedan berhasil memulihkan Rp181.257.519.464 dari berbagai perkara. Kontribusiterbesar berasal dari bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) serta Perdata danTata Usaha Negara (Datun).
RincianPemulihan tersebut diantaranya, Pidsus dengan tahap penyelidikan sebesarRp2.348.061.629. Sementara untuk tahap penyidikan dilakukan dengan Penyitaanaset tanah dan bangunan di Jl. Perintis Kemerdekaan senilai Rp21.911.000.000.
Kemudianpenyitaan aset tanah di Jl. Sutomo senilai Rp13.579.970, Uang tunaiRp114.222.400, Pembayaran denda sebesar Rp400 juta, uang pengganti (UP) sebesarRp105.857.244.282,2 dan Konversi mata uang asing senilai US$2.938.556,4 setaraRp48.662.491.334.
Sementarapemulihan oleh Bidang Datun dengan total pemulihan melalui litigasi dan layananhukum sebesar Rp2.065.142.249. Sedangkan Peningkatan Kualitas PenangananPerkara, Fajar menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengejar besar angkapemulihan, tetapi juga kualitas penanganan perkara.
"Kita inginpenanganan perkara itu mengungkap seluas-luasnya, bukan sekadar memenuhikuantitas," tegasnya.
Lebih jauh iajuga menyampaikan apresiasi kepada insan media yang selama ini menjadi mitrastrategis dalam penyampaian informasi dan peningkatan layanan Kejari Medan.Beberapa peran media sebagai mitra strategis itu mencakup informasi capaianKinerja Seluruh Bidang Sepanjang 2025.
"Untukrincian capaian kinerja itu diantaranya, Tindak Pidana Khusus (Pidsus) dengandata Penyelidikan 15 perkara, Penyidikan 15 perkara Penuntutan 20 perkara,Eksekusi TPPU dan korupsi 25 kasus," sebutnya.
Dilanjutkannya,untuk capaian kinerja bidang Intelijen yakni Pengamanan enam orang DPO,Pengawasan kepercayaan dan aliran keagamaan berjalan aktif, Penyuluhan hukum 12kegiatan Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang menjangkau 7.448 siswa SMP.
Untuk TindakPidana Umum (Pidum) yakni SPDP diterima 2.428 perkara, Penuntutan selesai: 704perkara, Eksekusi terpidana 1.490 orang, Restorative Justice (RJ) dua perkara.Kemudian untuk Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), yakni Layanan litigasidan nonlitigasi berjalan efektif, Tingkat realisasi anggaran mendekati 100%.
"Selanjutnya,menyangkut Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) yakni Barangbukti dieksekusi 494 unit, Penjualan langsung kendaraan 47 unit, Pengajuanpemulihan aset puluhan kendaraan ke Kejati Sumut dan KPKNL Medan,"rincinya.
Menutup Tahun dengan Optimisme
Ditambahkannya,capaian kinerja Kejari Medan sepanjang 2025 itu menunjukkan komitmen kuatterhadap transparansi, efektivitas, dan peningkatan kepercayaan publik."Dengan sinergi seluruh bidang, Kejari Medan memasuki tahun berikutnyadengan optimisme untuk memberikan pelayanan hukum yang semakin profesional danberintegritas," imbuhnya.