Kitakini.news -SatuanLalu Lintas (Satlantas) Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) resmi memulai gelaranOperasi Keselamatan Toba 2026 pada Selasa, 3 Februari 2026. Di hari pertamapelaksanaan, pihak kepolisian lebih menekankan pada pendekatan edukatif danteguran lisan dibandingkan penindakan tilang denda.
KapolresTapanuli Tengah melalui Kasat Lantas, AKP Dela Antomi menyampaikan bahwaoperasi ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalulintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Tapteng.
Berdasarkandata hasil kegiatan hari pertama, tercatat sebanyak 23 pelanggar diberikanteguran lisan. Pelanggaran didominasi oleh pengendara roda dua yang tidakmenggunakan helm (11 pelanggar), diikuti oleh kendaraan yang tidak sesuaiperuntukan (4), penggunaan knalpot brong (2), bonceng tiga (3), serta kendaraantanpa TNKB (3).
"Hariini kami memberikan 23 teguran lisan. Sesuai instruksi, pada tahap awal OperasiKeselamatan Toba ini, kami mengedepankan tindakan simpatik. Belum adapemberlakuan tilang tertulis maupun denda bagi para pelanggar," ujar AKPDela Antomi.
OperasiKeselamatan Toba 2026 direncanakan berlangsung selama 14 hari ke depan. Fokusutama petugas adalah 10 prioritas pelanggaran, mulai dari penggunaan helm,penggunaan ponsel saat berkendara, hingga kendaraan yang melebihi kapasitas(Over Dimension/Over Load).
KasatLantas Polres Tapteng menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agarsenantiasa melengkapi surat-surat kendaraan dan mematuhi rambu lalu lintas,bukan hanya karena adanya operasi kepolisian, melainkan demi keselamatanpribadi.
"Kamimengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Patuhiaturan lalu lintas, gunakan helm SNI, dan pastikan kendaraan dalam kondisistandar. Ingat, awal dari kecelakaan adalah pelanggaran," tutup AKP DelaAntomi.