Kitakini.news -Upayapenyelundupan narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan kembali digagalkanaparat Kepolisian Resor Tapanuli Selatan (Polres Tapsel).
Seorangibu rumah tangga (IRT) berinisial F (41) diamankan petugas setelah kedapatanmenyembunyikan narkotika jenis sabu di dalam popok bayi saat hendak menjenguksuaminya di Lapas Kelas III Gunung Tua pada Sabtu (21/3/2026) siang.
KapolresTapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara melalui Kasat Resnarkoba Ivan RobertSitompul menjelaskan, pengungkapan berawal dari laporan petugas Lapas yangmencurigai barang bawaan pelaku.
"PetugasLapas Kelas III Gunung Tua terlebih dahulu mengamankan pelaku saat prosespemeriksaan kunjungan. Kecurigaan muncul terhadap popok bayi yang dibawapelaku," ujar AKP Ivan Robert Sitompul.
Saatdilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan 11 bungkus plastik klipkecil yang diduga berisi sabu, dibalut lakban cokelat dan disembunyikan didalam satu buah popok bayi dengan total berat barang bukti mencapai 11 Gram.
Darihasil interogasi awal di lokasi, Pelaku mengakui bahwa sabu tersebut adalahmiliknya yang rencananya akan diserahkan kepada suaminya, IJP, yang saat iniberstatus narapidana di lapas tersebut.
Lebihlanjut dijelaskan, aksi ini bermula dari permintaan sang suami seharisebelumnya. Pada Jumat (20/3/2026), IJP menghubungi F dan meminta untukmenjemput sabu yang telah dipesan.
Keesokanharinya, F dihubungi oleh nomor tak dikenal, lalu diarahkan untuk bertemu didepan Kompi C Yonif 123.
"Dilokasi itu, seorang pria yang belum diketahui identitasnya menyerahkan popokbayi yang ternyata berisi sabu. Setelah itu, pelaku pulang ke rumah dan bersiapmenuju lapas untuk menjenguk suaminya," jelasnya.
Namun,rencana tersebut gagal setelah petugas lapas melakukan pemeriksaan ketatterhadap barang bawaan pengunjung.
Saatini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba PolresTapanuli Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengahmendalami jaringan yang terlibat, termasuk pemasok barang haram tersebut.
"Kasusini masih terus kami kembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,termasuk asal-usul narkotika tersebut," pungkas AKP Ivan.