Densus 88 Ringkus Seorang Pria di Palas, Terduga Jaringan Teroris di Palas

Efendi Jambak - Selasa, 12 Mei 2026 07:00 WIB
Teks foto : Terduga pelaku teroris diamankan Densus 88. (Istimewa)

Kitakini.news -Densus88 Anti Teror menangkap seorang pemuda, terduga terpapar paham Terorisme(Pendukung ISIS) di rumahnya, di Desa Tanjungbotung, Kecamatan Barumun,Kabupaten Padanglawas (Palas), Kamis (7/5/2026) pekan lalu, sekira pukul 06.30WIB.

Penangkapanterhadap MMH (31), (Terduga terpapar paham terorisme/pendukung ISIS) tersebut,melibatkan 20 Tim Densus 88 Anti Teror yang dipimpin Kombespol Dr H Didik NoviRahmanto, selaku Kasatgas Densus 88 Anti Teror.

Informasiyang ditelusuri awak media, dari hasil interogasi petugas terhadap pelaku, mengakuibercita-bercita ingin menjadi Mujahid. Dan aktif berkomunikasi di Medsos lewatakun Hayabusa.

Lebihdari itu, pemuda warga tanjung botung ini juga aktif melakukan propaganda ISIS,dan tergabung ke dalam beberapa WAG pendukung ISIS. Bahkan pernah melakukanpenganiayaan menggunakan senjata tajam pisau penusukan terhadap temannya karenadi Bully dan berujung damai (tidak diproses hukum).

Daripenangkapan itu juga, petugas turut mengamankan Barang bukti berupa 1 (satu)unit HP milik MMH jenis Realme GT 6, 1 (Satu) buah buku Garda, 1 (Satu) buahtulisan FB hayabusa ada tulisan ISIS, 1 (Satu) buah tulisan arab gambar senjataada tulisan ISIS, 1 (Satu) potongan triplek bertuliskan Daulah Islamiah, dan 1(Satu) unit HP merk vivo berwarna hijau metalik milik adik terduga.

Sekcamsekaligus karateker Kepala Desa Tanjung Botung, Mawardani Daulay membenarkanpenangkapan tersebut. Terduga merupakan warga setempat, anak pertama dari Tigabersaudara, putra sulung pasangan Sutan Hasibuan dan Ros Mintana Nasution.

"Iyabetul, Saya pada pagi hari itu dihubungi Bhabinkamtibmas," katanya.

Kepadaawak media, Sekcam mengaku terkejut saat dihubungi petugas guna menyaksikanpenangkapan. Bahkan orang tua dan keluarga terduga turut tak menyangka, MMHdiam diam terpapar jaringan teroris.

"Padahaltidak pernah keluar kampung. Tapi dari kabar yang kami dapat, anak initergabung lewat media sosial," jelas Mawardani.

Darianalisa petugas yang diterima awak media, Pelaku MMH diduga terpapar fahamterorisme melalui media sosial dan Whatsapp Group yang bersifat privat.Penangkapan/pengamanan terhadap pelaku merupakan upaya pencegahan agar fahamteroris tidak menyebar sehingga antisipasi aksi-aksi terorisme dapat dilakukanlebih dini.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Densus 88 Tangkap Teroris yang Mau Pakai Bom Bunuh Diri di Rumah Ibadah