Kitakini.news - Upaya identifikasi terhadap jasad perempuan tanpa identitas yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Bah Bolon, Kabupaten Simalungun menemui jalan buntu. Polisi kesulitan mengungkap identitas korban lantaran kondisi mayat telah mengalami pembusukan.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menyatakan, unit INAFIS Satreskrim Polres Simalungun telah melakukan berbagai metode identifikasi, namun belum menghasilkan kecocokan data korban.
Adapun yang menjadi kendala Kepolisian disebut karena wajah korban sudah sulit dikenali dan sidik jari tidak lagi dapat dibaca karena pembusukan.
"Kami sudah melakukan identifikasi menggunakan MAMBIS, pemeriksaan sinyalemen, iris mata, gigi, hingga sidik jari, tetapi identitas korban belum ditemukan," ujarnya kepada wartawan di Simalungun, Kamis (21/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan sementara, Polisi memperoleh sejumlah ciri fisik korban. Korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia di atas 40 tahun.
Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja merah dan celana panjang bermotif garis warna Coklat Nata. Polisi memperkirakan korban telah meninggal lebih dari tujuh hari sebelum ditemukan warga.
AKP Verry mengimbau masyarakat yang mengenali ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi layanan Call Center 110, kantor polisi terdekat, atau mendatangi RSUD dr Djasamen Saragih Pematang Siantar tempat jenazah saat ini berada.
Penemuan mayat itu bermula ketika dua warga, Heri Susanto (41) dan Nuriadi (35), mencari ikan di aliran Sungai Bah Bolon sekitar pukul 16.00 WIB. Keduanya menemukan sesosok mayat perempuan tersangkut di ranting pohon di tepi sungai. (**)