Kitakini.news -Tangis pilu pecah saat Desi Natalia Nainggolan mengenangsuaminya, Luis David Hutabarat, yang tewas diduga akibat penganiayaan secarabersama-sama di area perkebunan Agrinas Palma Nusantara, Desa Sukarame Baru,Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, pada 16 Juni lalu.
Di hadapan aktivis hak asasi manusia dan pendamping hukum dikantor KontraS Sumatera Utara, Selasa (23/6/2026), Desi menceritakandetik-detik saat mengetahui suaminya menjadi korban kekerasan.
Menurut Desi, saat itu ia melihat dua rekan suaminyadibonceng pihak perkebunan. Merasa curiga karena tidak melihat keberadaansuaminya, Desi meminjam sepeda motor tetangga dan berusaha mencari ke lokasikejadian.
Setibanya di kawasan perkebunan, Desi menemukan sepeda motormilik suaminya terparkir di dekat pintu masuk perusahaan. Tak jauh darikendaraan tersebut, Luis David Hutabarat sudah tergeletak tak bernyawa.
Korban yang merupakan ayah empat anak tersebut ditemukandalam kondisi memprihatinkan. Wajah korban disebut membiru, lidah menjulur,serta terdapat luka pada bagian wajah dan leher.
Berdasarkan keterangan saksi yang diterima keluarga, korbandiduga sempat dicekik oleh salah satu pelaku. Setelah kondisinya melemah, leherkorban diduga kembali diinjak oleh pelaku lain yang menganggap korban hanyaberpura-pura tak sadarkan diri.
Kasus ini menjadi sorotan karena dugaan keterlibatan enamorang pelaku, termasuk seorang anggota TNI aktif dan seorang purnawirawan TNI.
Hingga kini, keluarga korban masih menantikan proses hukumyang adil dan transparan. Desi berharap seluruh pihak yang terlibat dalamkematian suaminya dapat diproses sesuai hukum yang berlaku dan mendapatkan hukumanseberat-beratnya.
"Mudah-mudahan pelaku dihukum seberat-beratnya, kalau bisadihukum mati, karena banyak lagi anakku yang belum ku besarkan, banyak lagianak saya yang butuh bapak, anak saya masih kecil-kecil tapi kenapa mereka tegamembunuh suami saya," tangis Desi.