Polres Sergai Tahan Dua Tersangka Kasus Penganiayaan Berat

- Rabu, 01 Maret 2023 19:12 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202303/): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitaknini.news - Polres Serdangbedagai (Sergai) telah menahan dua tersangkakasus penganiayaan berat terhadap Juliadi alias Ego.

Ego merupakan warga Dusun I, Kampung Banjar, Desa Gempolan,Kecamatan Seibamban, Kabupaten Serdangbedagai.

"Saat ini dua orang sudah kita tetapkan sebagaitersangka atas kasus penganiayaan itu," ujar Kapolres Sergai, AKBP AliMachfud, Selasa (28/2/2023).

Ali menyebutkan, atas kasus penganiayaan itu pihaknya telahmemeriksa lima orang dan menyisir pelaku lain yang masih buron.

"Lima orang sudah diperiksa dan dua orang kita tetapkantersangka. Sampai saat ini kasus masih kita kembangkan dan memburu pelakulainya," imbuh Ali.

Selain itu, Polres Sergai juga menetapkan Iwan alias Pengeryang diduga kuat sebagai bandar narkotika dan menjadi otak pelaku penganiayaantersebut dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Untuk Penger kita masukkan dalam DPO," ujarnya.

Penganiayaan yang mengarah pada percobaan pembunuhanterhadap Juliadi alias Ego ini, sebelumnya terjadi pada Jumat (24/2/2023).

Insiden itu diduga bermula dari penangkapan kaki tangangembong pengedar narkotika bernama Yetno atas kasus peredaran narkoba jenissabu-sabu.

Para pelaku menduga korban berperan dalam penangkapan Yetno.Hal inilah yang lantas membuat puluhan orang dari kelompok bandar narkobaPenger melakukan penganiayaan terhadap Ego karena dituding sebagai kaki tanganpolisi.

"Karena katanya aku kibus, yang membuat si Yetnoketangkap polisi. Padahal aku juga tidak tau kalau dia itu ditangkap. Yetno ituanggota Penger," ujar Ego saat diwawancarai wartawan.

Ego mengatakan, penganiayaan terhadap dirinya dilakukan dikediaman Iwan alias Penger yang ada di Dusun I Gardu, Desa Pon, Kecamatan Seibamban,Jumat (24/2/2023) sore.

Ayah empat orang anak itu menceritakan awalnya dia dijemputoleh Dedek rekannya yang memintanya membeli narkoba jenis sabu-sabu.

Ego bersama Dedek kemudian mendatangi kediaman Penger yangada di Desa Pon.

Namun saat tiba di sana, Ego telah ditunggu puluhan orangtermasuk Penger yang langsung melakukan penganiayaan terhadapnya.

"Awal saya dijemput temannya saya dari rumah terus akuke Desa Pon tempat si Penger. Di sana aku dikeroyok itu hampir 20 orang. Barusampai dipukulin, saya jatuh lalu tangan diikat, kaki diikat, baru aku dipukulilagi sama puluhan orang yang ada di sana diseret seret dan dipijak pijak,"katanya.

Akibat penganiayaan itu, Ego mengalami luka di sekujurtubuhnya. Bahkan rusuk Ego ada yang patah.

"Kepalaku dipukul batu, rusuk patah, kaki dipukul brotimemang saat itu aku mau dimatikan sama orang itu," ujarnya.

Saat kejadian berlangsung hari hampir gelap. Para pelakumengikat korban pada bagian kaki dan tangannya.

Beruntung saat itu sejumlah warga melihat dirinya dianiaya.Para pelaku kemudian menghentikan aksinya lalu membawa Ego ke sebuah tambakudang yang ada di Desa Naga Lawan di Kecamatan Perbaungan.

"Saat itu ada ibu-ibu, kalau tidak mungkin saya sudahmati di situ. Kemudian jam 8 malam aku dibawa oleh tiga orang pelakumenggunakan mobil ke tambak udang," ujarnya.

Di lokasi tersebut, sejumlah orang kembali menganiaya korbanmenggunakan kayu dan benda tajam.

"Di tambak udang itu saya dipukuli di dalam mobil,sampai jam 12 malam itu aku dipukuli terus. Pelaku itu ada beberapa orang yangdi tambak udang termasuk Maruba," ujar Ego yang mengaku lemas usaidianiaya.

Para pelaku yang berjumlah tiga orang kemudian memborgoljempol dan lengan tangannya.

Kaki Ego juga diikat para pelaku, sementara mata danmulutnya ditutup menggunakan lakban.

Para pelaku kemudian memasukkannya ke dalam mobil. Berselangbeberapa jam, para pelaku kemudian membawanya ke Kabupaten Langkat.

"Habis dipukulin aku lemas, terus aku diborgol, kakidiikat mulut dilakban sama mata. Kemudian di masukan dalam mobil. Habis itudibawa lah awak, cuman aku saat itu belum tau dibawa kemana," ujarnya.

Di tengah perjalanan, Ego yang diletakkan di bagasi mobilpelan pelan membuka borgol tangannya. Setelah beberapa jam menempu perjalanan,mobil pelaku berhenti di jembatan sungai Besitang Kabupaten Langkat.

Ego pun hanya bisa pasrah, dia diam saja dan pura-pura mati.Dengan kondisi kaki terikat dan mulut serta mata dilakban, para pelaku kemudianmembuangnya ke sungai Besitang.

"Dibawa ke sana itu kurasa lewat jam 12 malam. Pasdijalan aku lepas borgol ditangan. Terus aku dibuang dari jembatan ke sungai.Mereka kira aku sudah mati. Aku ya diam saja pura-pura mati. Pas dibuang akudiam dan menghanyutkan diri, begitu aku liat mobil itu jalan, aku buru-burulepas lakban dan ikatan kaki kemudian menepi," katanya.

Dengan kondisi borgol di tangan dan wajah lebam-lebam, Egoyang sempoyongan kemudian berjalan meminta pertolongan warga.

"Waktu itu warga pikir aku penjahat karena kan adaborgol dan wajah ku lebam. Pas aku tanya rupanya aku sudah di Besitang diLangkat. Kira kira itu jam 6 pagi," ujarnya.

Warga kemudian membawanya ke Polsek Besitang. Polisi lantasmemberi dia pengobatan dan menyerahkan Ego ke Polres Langkat.

Atas peristiwa itu, Ego pun telah melayangkan laporan ataspercobaan pembunuhan ke Polres Sergai. Dia melaporkan Iwan alias Penger dankawan kawannya atas kasus penganiayaan.

"Dari PolresLangkat aku itu dibawa ke Polres Sergai pas Sabtu sore sampai di Polres Sergai.Sudah melapor kasus itu ke Polres Sergai," tutupnya.

Kontributor: Pran


Tag:

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Lakalantas Pikap Vs Tronton, Tiga Korban Masuk RS TNI Padangsidimpuan

Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Pelaku yang Cabuli Anak Tiri Tuna Runggu

Hukum & Kriminal

Tersangka TPPO Mantan Bupati Langkat Dilimpahkan ke Kejati Sumut

Hukum & Kriminal

Jabat Kapolres Padangsidimpuan, Ini Pesan AKBP Dudung Setyawan

Hukum & Kriminal

Pelaku Pencuri Ban Mobil di Petisah Berprofesi Sopir

Hukum & Kriminal

Peran Masyarakat Tidak Proaktif Memberantas Narkoba