Kitakininews.co.id -Usai penunjukan nama Tiorita br Surbakti menjadiPelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), BobbyNasution menyampaikan pesan penting terkait penyelenggaraan pemerintahan dikabupaten itu usai KPK meng-OTT kepala daerahnya. Teguran langsung, halus dansatir katanya sudah beberapa kali disampaikan.
"Sangat disayangkan (OTT) kembali terjadi penangkapanoleh KPK kepada Bupati. Tentu yang pertama terkorbankan adalah masyarakat,karena uangnya (APBD) harusnya untuk membangun daerah, untuk anak-anak sekolah.Harapan kita ini jangan terjadi lagi," sebut Bobby Nasution kepada wartawan, Senin (6/7/2026).
Penunjukan Plt Bupati Langkat ini lanjut BobbyNasution, setelah pihaknya berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri(Mendagri). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut diminta melaksanakannya, agarperjalanan roda pemerintahan di kabupaten tersebut tetap normal.
"Karena itu barusan kami tadi menyerahkan suratkeputusannya, untuk Ibu Wakil Bupati (Tiorita) menjadi pelaksana tugas Bupati,"sebutnya.
Terkait teguran langsung, halus hingga satirkepada kepala daerah, Bobby Nasution menegaskan bahwa pemerintahan berjalandengan sistem. Setelahnya, adalah person (orang/aparatur) yang menjalankansistem tersebut, dimana keduanya harus baik.
"Secanggih apapun sistemnya, tentu kan ada yangmenjalankan. Kalau sudah punya niat tidak baik, pasti selalu ada celah untukmenembusnya. Makanya kita sampaikan kepada Ibu Tiorita, ASN itu kerjanya untukmasyarakat, bukan pimpinan. Tanggung jawab mereka itu kepada masyarakat,melapornya sama pimpinan," kata Bobby Nasution.
Pesan ini juga sebagai pengingat bahwa PemprovSumut sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, akan menyampaikan persoalanatau kejanggalan yang terjadi. Termasuk peringatan agar kepala daerah bisabekerja dengan baik, untuk membangun daerah, bukan untuk kepentingan pribadi.
"Kami dengan kepala daerah sering berkumpul. Kamisampakan teguran, baik itu secara langsung, halus secara satir. Sebenarnya sudahkita sampaikan beberapa kali," pungkas Bobby Nasution.
Teguran tersebut kemudian menjadi pengingatbahwa sebelum operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) kepada Bupati Langkat Syah Afandin berlangsung, Bobby Nasution pernahberpidato terkait nama panggilan unik.
Saat itu, Bobby Nasution menyebutkan namapanggilan Ondim untuk Syah Afandin merupakan singkatan dari 'Ongkos Dimuka'. Sebuahistilah yang bisa menggambarkan sikap tertentu seseorang, namun selama ini kataitu hanya menjadi pembicaraan biasa dan hampir tak pernah terungkap dalampidato.