Gubernur Bobby Nasution setelah Tiorita jadi Plt Bupati Langkat : Teguran Secara Satir

M Iqbal - Senin, 06 Juli 2026 17:32 WIB
Teks foto : Gubernur Sumut, Bobby Nasution. (Dok Kominfo Sumut)

Kitakininews.co.id -Usai penunjukan nama Tiorita br Surbakti menjadiPelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), BobbyNasution menyampaikan pesan penting terkait penyelenggaraan pemerintahan dikabupaten itu usai KPK meng-OTT kepala daerahnya. Teguran langsung, halus dansatir katanya sudah beberapa kali disampaikan.

"Sangat disayangkan (OTT) kembali terjadi penangkapanoleh KPK kepada Bupati. Tentu yang pertama terkorbankan adalah masyarakat,karena uangnya (APBD) harusnya untuk membangun daerah, untuk anak-anak sekolah.Harapan kita ini jangan terjadi lagi," sebut Bobby Nasution kepada wartawan, Senin (6/7/2026).

Penunjukan Plt Bupati Langkat ini lanjut BobbyNasution, setelah pihaknya berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri(Mendagri). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut diminta melaksanakannya, agarperjalanan roda pemerintahan di kabupaten tersebut tetap normal.

"Karena itu barusan kami tadi menyerahkan suratkeputusannya, untuk Ibu Wakil Bupati (Tiorita) menjadi pelaksana tugas Bupati,"sebutnya.

Terkait teguran langsung, halus hingga satirkepada kepala daerah, Bobby Nasution menegaskan bahwa pemerintahan berjalandengan sistem. Setelahnya, adalah person (orang/aparatur) yang menjalankansistem tersebut, dimana keduanya harus baik.

"Secanggih apapun sistemnya, tentu kan ada yangmenjalankan. Kalau sudah punya niat tidak baik, pasti selalu ada celah untukmenembusnya. Makanya kita sampaikan kepada Ibu Tiorita, ASN itu kerjanya untukmasyarakat, bukan pimpinan. Tanggung jawab mereka itu kepada masyarakat,melapornya sama pimpinan," kata Bobby Nasution.

Pesan ini juga sebagai pengingat bahwa PemprovSumut sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, akan menyampaikan persoalanatau kejanggalan yang terjadi. Termasuk peringatan agar kepala daerah bisabekerja dengan baik, untuk membangun daerah, bukan untuk kepentingan pribadi.

"Kami dengan kepala daerah sering berkumpul. Kamisampakan teguran, baik itu secara langsung, halus secara satir. Sebenarnya sudahkita sampaikan beberapa kali," pungkas Bobby Nasution.

Teguran tersebut kemudian menjadi pengingatbahwa sebelum operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) kepada Bupati Langkat Syah Afandin berlangsung, Bobby Nasution pernahberpidato terkait nama panggilan unik.

Saat itu, Bobby Nasution menyebutkan namapanggilan Ondim untuk Syah Afandin merupakan singkatan dari 'Ongkos Dimuka'. Sebuahistilah yang bisa menggambarkan sikap tertentu seseorang, namun selama ini kataitu hanya menjadi pembicaraan biasa dan hampir tak pernah terungkap dalampidato.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Pansus Aset DPRD Sumut Minta Bobby Nasution dan Pj Sekda Tunda Lelang Aset Daerah 2026

Hukum & Kriminal

Kronologi Ondim Korup Uang Seragam Sekolah dan Temuan 55 Kg Platinum

Hukum & Kriminal

Syah Afandin, Dari Istilah Ongkos Dimuka Jadi Tersangka Gegara “Bayar Belakangan”

Hukum & Kriminal

Kantor PAN Sumut Sepi Usai Syah Afandin Terjaring OTT KPK

Hukum & Kriminal

Syah Afandin, Dari Anggota DPRD Sumut, Wakil Bupati Hingga Menjadi Bupati Langkat, Berujung di KPK

Hukum & Kriminal

Langkat Ulang Sejarah? Dari Terbit Rencana ke Syah Afandin, dan?