Kitakininews.co.idMEDAN - Polda Sumatera Utara hingga kini belum dapat menyelidiki dugaan penyelewengan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga menjadi salah satu pemicu kelangkaan BBM di Medan dan sejumlah daerah di Sumatera Utara. Penyebabnya, PT Pertamina selaku pihak yang dinilai berwenang, belum menyampaikan laporan resmi kepada kepolisian.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan penyelidikan belum bisa dilakukan karena belum ada pihak yang menyatakan diri sebagai korban atau membuat laporan polisi.
"Sampai saat ini belum ada pihak yang membuat laporan. Kita masih menunggu laporan," ujar Kombes Pol Ferry Walintukan, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, apabila terdapat dugaan penyelewengan distribusi BBM yang merugikan, pihak yang memiliki kewenangan untuk melaporkan adalah Pertamina. Tanpa adanya laporan dari pihak yang dirugikan, kepolisian tidak dapat memulai proses penyelidikan.
"Kita tidak dapat melakukan penyelidikan kalau tidak ada pihak yang dirugikan membuat laporan," tegasnya.
Meski demikian, Polda Sumut tetap melakukan langkah antisipasi dengan mengawal distribusi BBM dari depo hingga ke SPBU guna mencegah potensi penyelewengan maupun gangguan keamanan selama proses distribusi.
Sementara itu, Karo Ops Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan personel kepolisian disiagakan untuk mengawal kendaraan tangki BBM hingga tiba di SPBU.
"Personel kita akan mengawal langsung proses distribusi BBM sampai ke SPBU," ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan sejumlah pihak, kelangkaan BBM di Sumatera Utara dipicu aksi mogok kerja awak mobil tangki (AMT) setelah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Aksi tersebut disebut berawal dari adanya indikasi penyelewengan distribusi BBM.
Selain memberikan pengawalan, Polda Sumut juga menyiapkan personel yang memiliki kompetensi mengemudikan truk tangki untuk membantu mempercepat distribusi BBM. Pengawalan dilakukan berdasarkan permintaan dari Pertamina maupun pengelola SPBU agar distribusi berjalan aman, lancar, dan tepat waktu.
Dalam rapat koordinasi tersebut juga terungkap adanya dugaan penyusutan volume BBM dari depo hingga tiba di SPBU serta ketidaksesuaian waktu tempuh distribusi, yang menjadi perhatian aparat dan instansi terkait.
Terkait hal ini, Direktur Suluh Muda Inspirasi (SMI), Kristian Simarmata menyebut ada sesuatu yang disembunyikan oleh pihak Pertamina.
"Atas dugaan penyelewengan ini, tentu ada kerugian negara. Mengapa Pertamina tidak membuat laporan? Ini aneh dan perlu kiranya penyidik Kepolisian menggunakan kewenangannya untuk melakukan penyelidikan karena persoalan ini masuk dalam kejadian luar biasa," sebut Krist.