Kitakininews.co.id - Adalah AD (32), warga Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, ditemukan tergeletak dalam kondisi tak sadarkan diri, pada Minggu (26/7/2026) dini hari.
Pria malang ini ditemukan di kawasan Komplek Ruko City Walk, Jalan Merdeka, Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.
Diduga kuat, AD menjadi korban pengeroyokan. Sebab, saat ditemukan, terdapat luka robek pada bagian kening tepat di atas pelipis mata sebelah kanan dan mengeluarkan darah.
Mengetahui hal tersebut, personel Polres Padangsidimpuan langsung mengevakuasi korban ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini, AD masih menjalani perawatan intensif dan belum sadarkan diri. Informasi mengenai kejadian tersebut diterima polisi sekitar pukul 03.20 WIB.
Saat itu, seorang saksi bernama Samsul Harahap (29) bersama sejumlah warga mendatangi Polres Padangsidimpuan untuk melaporkan adanya dugaan pengeroyokan terhadap rekannya di kawasan City Walk.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pamapta I SPKT Polres Padangsidimpuan bersama Piket Sat Reskrim, Sat Intelkam, dan Sat Samapta segera menuju lokasi.
Setibanya di TKP, petugas mendapati korban sudah dalam kondisi tergeletak dan tidak sadarkan diri. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka robek di bagian kepala yang menyebabkan korban mengalami pendarahan.
Berdasarkan keterangan awal saksi, sebelum kejadian AD diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol. Saksi juga menyebut, korban diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah orang.
Namun, polisi masih mendalami informasi tersebut untuk memastikan rangkaian peristiwa serta pihak-pihak yang terlibat.
Meski keluarga korban belum membuat laporan polisi karena AD masih belum sadarkan diri, Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan tetap melakukan penyelidikan terhadap perkara tersebut.
Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Noval NG Desky, melalui Kasat Reskrim, AKP H Naibaho, mengatakan polisi telah bergerak dan mengamankan sejumlah terduga pelaku.
"Sebagian terduga pelaku sudah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan," ujar Naibaho.
Ketika ditanya mengenai jumlah terduga pelaku yang telah diamankan, Kasat belum memberikan keterangan secara rinci. Saat ini, ia mengaku bahwa, pihaknya masih terus mendalami peristiwa ini.
"Bersabar ya bang, kami masih terus melakukan penyelidikan. Apalagi korban sampai saat ini belum sadarkan diri," katanya.
Menurutnya, penyidik masih mengembangkan perkara tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan alat bukti, serta mencari pihak lain yang diduga turut terlibat dalam aksi pengeroyokan.
Polisi juga masih menunggu kondisi korban membaik agar dapat dimintai keterangan secara langsung. Keterangan korban nantinya diharapkan dapat membantu penyidik melengkapi rangkaian proses penyidikan.
Naibaho menambahkan, pihaknya telah meminta keluarga korban segera membuat laporan polisi. Laporan ini diperlukan untuk melengkapi administrasi proses hukum, meskipun penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana itu telah dilakukan kepolisian.
Ia memastikan, penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
"Bagi yang mengetahui atau menyaksikan kejadian tersebut kami imbau untuk menginformasikan kepada penyidik guna membantu mengungkap fakta sebenarnya," tutup Kasat.
Hingga berita ini diterbitkan, AD masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Padangsidimpuan dan belum sadarkan diri. Sementara itu, polisi masih terus mendalami insiden ini, guna mengetahui motif di balik dugaan pengeroyokan tersebut.