Kitakininews.co.id -Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkaptangan terhadap Bupati Langkat Syah Afandi. Terkait hal tersebut, GubernurSumatera Utara Bobby Nasution menyatakan sangat menyayangkan dugaan tindakpidana korupsi tersebut, karena yang paling dirugikan adalah masyarakat.
Operasi Tangkap Tangan atau OTT yang dilakukan KomisiPemberantasan Korupsi terhadap Bupati Langkat Syah Afandi mendapat perhatiandari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
"Setiap anggaran pemerintah seharusnya digunakansebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, bukan disalahgunakan demikepentingan pribadi," ujar Bobby, Selasa (7/7/2026).
Gubernur Sumatera Utara menegaskan, pihak yang palingdirugikan dalam kasus dugaan korupsi adalah masyarakat Kabupaten Langkat.
"Anggaran yang seharusnya dimanfaatkan untuk pembangunandaerah, pelayanan publik, hingga kebutuhan pendidikan anak-anak, justru tidakdapat digunakan sebagaimana mestinya," katanya.
Untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan, BobbyNasution mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri.Koordinasi dilakukan guna mempercepat penunjukan Pelaksana Tugas atau PLTBupati Langkat yang akan dijabat oleh Wakil Bupati Langkat Tiorita Surbakti.
Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan publik,pelaksanaan program pembangunan, serta aktivitas pemerintahan di KabupatenLangkat tetap berjalan normal meski kepala daerahnya tersangkut proses hukum diKPK.
"Kita berharap proses hukum yang dilakukan KPK dapatberjalan secara transparan, sementara pelayanan kepada masyarakat KabupatenLangkat tetap menjadi prioritas pemerintah daerah." pungkasnya.