Kitakininews.co.id -Sebanyak 40 mantan narapidanaterorisme atau eks napiter mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 KemerdekaanRepublik Indonesia bersama Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Dalammomentum kemerdekaan ini, mereka mengajak generasi muda untuk menjagakedaulatan dan keutuhan NKRI.
Sebanyak 40 eks napitermengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUTke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Upacara digelar diLapangan Astaka, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang,Sumatera Utara.
Puluhan eks napiter yangmerupakan binaan Densus 88 AT Satgaswil Sumatera Utara mengenakan pakaiankomunitas Identifikasi Sosial atau Idensos berwarna biru.
Mereka tampak khidmat mengikutiseluruh rangkaian upacara yang diinspekturi langsung oleh Gubernur SumateraUtara, Bobby Nasution.
Bagi para eks napiter,keikutsertaan dalam upacara kemerdekaan menjadi momentum yang berkesan.
Salah seorang eks napiter, RoniSamsuri, mengatakan kini dirinya bersama rekan-rekannya dapat merayakan harikemerdekaan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.
"Hari ini alhamdulillahkita bersama-sama melaksanakan merayakan HUT NKRI ke 81, jadi kita ikutmelaksanakan kegiatan upacara bendera kemerdekaan, "kata Roni.
Roni mengaku pernah memusuhidan memerangi negara. Namun, setelah menjalani proses pembinaan, ia menyadaribahwa Indonesia adalah tanah air dan tempatnya untuk hidup serta membangun masadepan.
Roni pun mengajak generasi mudauntuk menjaga integritas dan kedaulatan NKRI.
Ia menilai kritik terhadappemerintah merupakan hal yang diperbolehkan. Namun, penyampaian aspirasi harusdilakukan secara tertib dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
"Ada pesan dan harapan dari kami dari ex napiter. Kamiadalah orang-orang yang pernah memerangi dan memusuhi negeri ini kami adalahorang-orang yang pernah membenci negeri ini, tapi setelah kami mengetahuibetapa ini kami lahir di negeri ini dan ini adalah tanah air kami, ini adalahtumpah darah kami, maka kami berharap kepada seluruh anak bangsa untuk menjagaintegritas ini, kita jaga kedaulatan negri ini agar sama-sama selamat sentosa,"papar Roni.
Roni sendiri bebas dari masatahanan pada 2022, setelah ditangkap pada 2019. Sebelumnya, ia disebutmerupakan salah satu pendiri jaringan ISIS di Sumatera Utara.
Melalui momentum HUT ke-81Kemerdekaan, para eks napiter mengajak masyarakat, khususnya generasi muda,untuk menjaga persatuan, menyampaikan aspirasi secara damai, serta bersama-samamembangun Indonesia.