Kitakini.news - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusantara Sakti bersamasejumlah warga mendatangi Polres Nias Selatan (Nisel) untuk mempertanyakanperkembangan kasus dugaan ijazah palsu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN)inisial AB yang merupakan keluarga seorang pejabat di Nisel.
Kasus dugaan tersebut sudah dilaporkan LSM Nusantara Saktike Polres Nisel pada April 2022 lalu. Karenanya perkembangannya menjadi tandatanya sejumlah kalangan.
Ketua LSM Nusantara Sakti, Ikhtiar Wau bersama sejumlahwarga mendatangi unit Reskrim Polres Nias Selatan mempertanyakan perkembanganperkara dugaan ijazah palsu oknum ASN yang mereka laporkan.Pada bulan Juni 2022 lalu katanya, Polres Nias Selatan melalui Satuan Reskrimtelah melayangkan surat pemberitahuan perkembangan pengaduan masyarakat (dumas)yang ditujukan kepada Ikthiar Wau yang menjelaskan akan melakukan gelar perkarauntuk menentukan status perkara tersebut. Setelah sebelumnya pihak penyidiktelah memeriksa pihak terkait diantaranya AB sebagai pemakai ijazah sarjana.
Berhubung laporannya tak kunjung mendapat perkembangan yangsignifikan, pada Agustus 2022 LSM ini kembali menyurati Polres Nias Selatanuntuk meminta agar dilakukan uji Forensik Ijazah di Dirjen Pendidikan TinggiKementerian Pendidikan, namun tak kunjung mendapat balasan.
Akhirnya Ikhtiar mendatangai polres Nias Selatan untukmenanyakan laporannya kepada penyidik yang menangani perkara dugaan ijazah palsutersebut.
"Ada salah satu ijazah salah seorang ASN di salah satuperguruan di Medan yang namanya tidak pernah terdaftar dan telah kita laporkandan sampai sekarang tidak pernah ada perkembangan," ungkap Ikhtiar.
Lebih lanjut Ikhtiar menyebutkan jika pihak polres pernahmengirimkan surat perkembangan perkara pada juni 2022, namun pihaknya menyuratikembali pada Agustus 2022 untuk meminta penyidik melakukan uji Forensik.
"kami heran kenapa Polres Nias Selatan tidakmemberhentikan kasus ini jika tidak terbukti, setelah ada permintaan kami untukuji Forensik," tuturnya.
Kasat Reskrim Polres Nias Selatan, Freddy Siagian ketikaditanyakan sejumlah awak media di ruang kerjanya terkait kasus ijazah palsutersebut menegaskan bahwa perkaranya masih berjalan dan pihaknya mendapatkesulitan karena kampus tempat AB memperoleh ijazah telah tutup.
Kontributor: Azzareen