Kitakininews.co.id - Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utaramenggerebek praktik judi online yang diduga terhubung dengan jaringan Kambojadi Apartemen Grand Jati Junction, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan,Sumatera Utara.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap5 orang mantan pekerja judi online di Kamboja yang diduga mengoperasikan situsjudi bernama Depobos, dengan iming-iming gaji Rp10 juta per bulan ditambahbonus jika mencapai target.
Dalam video amatir penangkapan, petugasmengamankan lima orang yang diduga tengah menjalankan operasional situs judionline, Senin (12/10/2026).
Kelima tersangka diketahui merupakan warganegara Indonesia yang sebelumnya pernah bekerja di perusahaan judi online diKamboja.
Direktur Direktorat Reserse Siber Polda Sumut,Kombes Pol Bayu Wicaksono, Rabu (21/10/2026), mengungkapkan setelah kembali keIndonesia, para tersangka diduga melanjutkan aktivitas perjudian online denganmembuat situs bernama Depobos.
Para tersangka menjalankan operasional situstersebut dengan iming-iming gaji sebesar sepuluh juta rupiah per bulan. Selaingaji pokok, mereka juga dijanjikan bonus apabila berhasil mencapai target yangtelah ditentukan.
Dalam kurun waktu lima hari beroperasi, situsjudi online tersebut diketahui telah memperoleh sekitar 30 anggota atau member.
Dalam penggerebekan, polisi menyita barangbukti berupa lima unit telepon genggam, tiga unit laptop, dan tiga lembar kartuATM BNI yang diduga berkaitan dengan aktivitas judi online.
Saat ini, penyidik masih melakukan pengembanganuntuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk memburu bandar yang didugamengendalikan operasional perjudian online tersebut dan disinyalir masihmemiliki hubungan dengan Indonesia dan Kamboja.
Polisi juga terus mendalami peran masing-masingtersangka, aliran dana, serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibatdalam jaringan perjudian online lintas negara tersebut.
Pengungkapan ini menjadi bagian dari upayaPolda Sumatera Utara dalam memberantas praktik perjudian online yangmemanfaatkan teknologi digital dan diduga memiliki keterkaitan dengan jaringandi luar negeri.