Kitakini.news - Sebanyak 5 orang personel Bandara Kualanamudinonaktifkan terkait kasus penemuan jasad wanita membusuk di lorong bawah liftterminal bandara, pada Kamis (27/4/2023) lalu.
Edaran rilis terkait lima personel dinonaktifkan dari pihakbandara Kualanamu itu diketahui dari Gorup Bandara KNO dengan wartawan melaluistaff Humas Bandara yang dirilis pada 1 Mei 2023 lalu.
Kelima personel yang dinonaktifkan terkait kasus wanita yangjatuh dari atas lift lantai 2 terminal keberangkatan dan jasadnya baruditemukan setelah 4 hari dan sudah mengeluarkan bau tak sedap ini merupakan 2pejabat senior manager yang membidangi fungsi operasi dan teknik dan 3 personeloperation security yang membidangi CCTV operator.
Siaran pers tersebut disampaikan Direktur Utama PT AngkasaPura Aviasi, Achmad Rifai melalui Head of corporate secretary and legal PTAngkasa Pura Aviasi, Dedi Al Subur, Selasa (2/5/2023).
Penonaktifkan kelima personel tersebut menjadisalah satu upaya PT Angkasa Pura Aviasi sebagai bagian dari evaluasi personeldan penyempurnaan prosedur guna memenuhi aspek keselamatan keamanan danpelayanan di bandara kualanamu.
Pihak bandara juga masih menunggu hasil pemeriksaanyang dilakukan pihak kepolisian terkait kejadian ditemukannya jasad wanita dibandara kualanamu, yang saat ini diketahui pihak keluarga korban sudah membuatlaporan resmi ke Mabes Polri dengan pendampingan Kuasa Hukum Hotman Paris Hutapeapada 2 Mei 2023 dan pemeriksaan di Polresta Deliserdang tidak dilanjutkan lagi.Selanjutnya PT Angkasa Pura Aviasi memohon maaf kepada masyarakat luas atasperistiwa tersebut.
PT Angkasa Pura II, selaku induk usaha PT Angkasa PuraAviasi yang merupakan pemegang lisensi Badan Usaha Bandar Udara (bubu) diBandara Kualanamu melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna mendukungpenuh proses oleh pihak berwenang.
Sementara itu pihak Bandara Kualanamu baik PT Angkasa PuraII maupun PT Angkasa Pura Aviasi saat ini membatasi pemberian keterangansecara lisan dan menjadi nara sumber.
Saat ini proses tindaklanjut dari penemuan jasad di bandarainternasional kualanamu sedang dilakukan proses penyelidikan oleh pihakkepolisian, terlebih lagi pihak keluarga sudah membuat laporan ke Mabes Polri.
Kontributor: Azzareen