Kitakini.news - Merasa ada kecurangan dan tidak transparan dalampenerimaan anggota Polri, enam calon siswa polisi wanita yang dinyatakan tidaklolos dalam ujian kesehatan jiwa.
Mereka mendatangi panitia Bintara Polda Sumut di eks SekolahPolisi Negara Sampali Jalan Bhayangkara Medan. Kekesalan calon siswa ini,dikarenakan grafik nilai mereka tinggi dan menjadi rangking 2, malah dinyatakantidak lolos oleh panitia. Sedangkan yang rangking terakhir malah lolos.
Kuasa hukum keenam Casis Polwan Jonen Naibaho, menilai adakecurangan dan tidak transparannya panitia penerimaan Polwan di Sumut.
Ke 7 orang Casis Polwan tersebut mengikuti bimbingan belajar ikutujian keswa, namun dari semuanya hanya 1 dinyatakan lolos. Sementara itu yanglainnya tidak dinyatakan lulus. Padahal grafik nilai mereka sama yakni 80 dananehnya salah satu casis polwan yang tidak lolos malah rangking 2.
Ironisnya, saat bertemu panitia, Jonen malah tidak diperbolehkanmendampingi casis polwan untuk mempertanyakan dimana letak kesalahan merekahingga tidak lolos, karena sebelumnya keenam casis polwan itu sudah menanyakanmengapa mereka tidak lolos.
Panitia malah menjawab akibat nilai mereka tinggi yakni 80 harusnilai 75 yang dinyatakan memenuhi syarat. Jonen juga menyesalkan saat ujiankeswa, casis polwan mereka sempat disuruh untuk merubah jawaban karena jawabanmereka sebelumnya sempurna, namun saat dirubah grafik nilai tetap sama yakni80.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Selasa(20/6/2023) mengatakan proses penilaian ini dilakukan oleh ahli di bidangdokter jiwa.
Dikatakannya para ahli ini memiliki standart sebagaimana yangsudah disepakati oleh Mabes Polri. Terkait kasus tersebut, calon peserta ataucasis sudah diberikan penjelasan yang mana aturannya sudah diberitahukansehingga metode penilaian yang sudah ditetapkan, sesuai keputusan dokter ahlimeski penilaiannya tinggi namun tidak lolos.
Kontributor: Azzareen