Kitakini.news -AdalahRS (23), warga Desa Sibakkua, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten TapanuliSelatan ditangkap polisi setelah mengedarkan uang palsu di KotaPadangsidimpuan. tak hanya mengedarkan, pria berambut gondrong itu jugamencetak uang palsu sendiri.
KapolresPadangsidimpuan, AKBP Dudung Setiawan melalui Kasat Reskrim PolresPadangsidimpuan, AKP Maria Marpaung menyampaikan kronologi penangkapan terhadaptersangka.
Awalnya,polisi menangkap RS setelah babak belur dihajar massa di Jalan JenderalSudirman, Kelurahan Kayuombun, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, KotaPadangsidimpuan, Rabu (13/12/2023) malam.
PelakuRS tertangkap tangan mengedarkan uang palsu pecahan Rp100 ribu. Aksi priaberambut gondrong ini terkuak setelah masyarakat di Kelurahan Kayu Ombun resahdengan peredaran uang palsu selama 2 pekan terakhir.
Dalammenjalankan modusnya, pelaku belanja sebungkus rokok di warung yang berada dikawasan tersebut. Warga baru sadar uang yang digunakan merupakan uang palsusetelah pelaku pergi. Saat menjalankan aksinya tersebut RS menggunakan anakkelas 3 SD. Bocah itu disuruh membeli sebungkus rokok dengan uang pecahan 100ribu.
Wargayang telah menyadari uang yang digunakan merupakan palsu kemudian memberikankembaliannya serta rokok yang dibeli.
Wargakemudian mengikuti bocah kelas 3 SD tersebut sampai akhirnya bertemu RS. RSkemudian melarikan diri namun berhasil ditangkap warga dan menghakiminya hinggababak belur.
"Amukanmassa berhenti setelah petugas Polres Padangsidimpuan tiba di lokasi, pelakukemudian diamankan ke Mapolres," ucap Maria, Kamis (14/12/2023).
Atasperistiwa itu, polisi kemudian melakukan pengembangan kasus tersebut sampaiakhirnya menemukan alat mesin pencetak (printer) beserta barang bukti uang palsupecahan Rp100 ribu, Rp 50 ribu, dan pecahan Rp20 ribu.
Darihasil pengakuan tersangka, ia mencetak sendiri menggunakan mesin printer,kemudian memotongnya dengan menggunakan pisau dan penggaris.
"Barangbukti yang ditemukan petugas yakni, uang pecahan Rp100 ribu berjumlah 28lembar, pecahan Rp50 ribu berjumlah 20 lembar, pecahan Rp20 ribu berjumlah 3lembar serta mesin cetak merek Epson, 4 buah tinta berwarna, 1 unit keyboard,seperempat kertas HVS F4 merek sidu, 1 unit pisau kater dan 1 buahpenggaris," tandas Maria.