Kitakini.news -Kasuspedofilia yang melakukan kekerasan seksual di Rumah Dinas Wakil Bupati (RumdisWabup) Langkat memasuki babak baru. Ternyata tak hanya di rumah dinas tersebut,terduga pedofil berinisial ZS (33) juga memangsa korbannya di salah satusekolah Yayasan Perguruan Islam (YPI) di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.
PadaFebruari 2023 lalu, korban (sebut saja namanya Arjuno) dicabuli ZS di tempattinggalnya yang berada di dalam lingkungan sekolah keagamaan milik keluarga ZStersebut. Awalnya, arjuno disuruh ZS untuk membeli jajanan saat jam istirahatsekolah.
Sekembalinyamembeli jajan, Damar disuruh ZS untuk masuk ke kamar yang pintunya persismengarah ke bangunan sekolah. "Di situ, adik saya (Arjuno) ditanya ZS 'kangengak sama aku'. Karena merasa tertekan, adik saya menjawab 'kangen'," tuturkakak korban, Kamis (11/1/2024) siang. Tak sampai di situ, lanjut kakak Ar, ZSyang saat itu sedang berdiri pun meminta Ar untuk menciumnya. Dengan rasaketakutan, ZS kemudian menindih dan menyodomi Ar di dalam kamar tersebut.
Kepadakakaknya, Ar mengaku masih ada korban lainnya yang diperlakukan sama oleh ZS dilingkungan sekolah tersebut. Hal itu diketahui Ar dari curhat korban lainkepadanya. Ar sendiri mengaku sudah tiga kali dicabuli ZS di tempat berbeda.Pertama kali, ia di sodomi di lingkungan sekolah. Kemudian di rumah bibinya diwilayah Medan Helvetia, Kota Medan dan di Rumah Dinas Wakil Bupati Langkat.
AwlanyaAr tak berani menceritakan hal tersebut kepada keluarga dan orang tuanya.Karena, ZS kerap mengancam akan membunuh Ar jika memberitahukan hal tersebutkapada orang lain. Namun setelah kasus pelecehan ZS kepada teman Arjuno (sebutsaja Arjuna) terungkap. Arjunopun memberanikan diri untuk bercerita dan menjadisaksi di hadapan polisi.
Ataskejadian itu, ZS pun dilaporkan ke Polres Langkat dengan tanda bukti laporanNomor: TPL/B/667/XII/2023/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal16 Desember 2023.