Kitakini.news – Sesaknapas ketika berbaring atau ortopnea bisa menjadi tanda atau gejala suatu penyakit. Beberapaorang sering mengalami ortopnea. Meski tubuh dalam kondisirileks sambil berbaring, sesak napas justru bisa muncul.
Dalam dunia kedokteran, ortopneadidefinisikan sebagai sesak napas atau kesulitan bernapas saat berbaring. Ada berbagai penyakit ataukondisi kesehatan yang memicu ortopnea.
Kondisi Kesehatan yang Memicu Ortopnea
Dilansir darilaman CNN Indonesia, berikut iniberbagai kondisi kesehatan memicu ortopnea!
1. Gagal jantung
Gagal jantung adalahsalah satu penyebab sesak napas saat berbaring yang paling umum. Selainsesak napas, gagal jantung jugamenimbulkan gejala lainseperti kelelahan, bengkak akibat akumulasi cairan(edema), juga batuk atau mengi.
Dikutip dari Medical News Today, dalam kondisi ini berartijantung tidak bisa memompadarah ke seluruh tubuh dengan normal. Jantung jadi sulit rileks setelah memompahingga tekanan meningkat dan cairan kembali ke paru-paru, perut, atau kaki.
2. Paru Obstruktif Kronis
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) bisa memicu gejalaberupa sesak napas ketika berbaring.PPOK merusak kantung udara sehingga saluran pernapasan menyempit dan susah bernapas. Biasanya kesulitan bernapasini dialami pengidap saat aktivitas fisik danberbaring.
3. Obesitas
Orang dengan obesitas bisa juga mengalami kesulitan bernapas saat berbaring. Tumpukan lemakbisa memengaruhi bentuk dan fungsi sistem pernapasan serta struktur lainnya. Lemak bisa memberikan tekanan padastruktur dinding dada, memengaruhi gerakan diafragma, dan kemampuan responsmenarik serta menghembuskan napas. Bernapas menjadi lebih sulit ketikaberbaring.
4. Alergi
Sesak napas bisa menjadi salah satu reaksi alergi.Sebaiknya, cek lagi kondisi lingkungan kamar kamu. Kamar rentan menampung pemicu alergi seperti debu, jamur, sampai bulu hewan peliharaan. Saatterhirup, timbul sesak napas. Untuk orang yang sudah pengidap asma, tentualergen ini bisa memperburuk kondisi.
5. Sleep Apnea
Familiar dengan mengorok? Mengorok merupakan salah satugejala sleep apnea. Dikutip dari Healthline, sleep apnea terjadi akibatpenyempitan saluran udara dan kadar oksigen rendah. Kesulitan bernapas bisa timbul dan membuat seseorang terbangun dimalam hari. Kemudian di pagi hari, biasanya orang bangun dengan rasa lelah.
6. Asam Lambung Naik
Asam lambung naik atau refluks asam lambung bisa memicusesak napas ketika berbaring. Posisitidur berbaring membuat posisi perut dan dada sejajar sehingga makananbercampur asam naik ke esofagus sapaitenggorokan.
7. Pneumonia
Pneumonia juga bisamembuat seseorang kesulitan bernapas saat berbaring. Pneumonia merupakan radangparu akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur. Virus SARS-CoV-2 juga bisamemicu pneumonia. Pneumonia bisamemicu sejumlah gejala seperti sesak napas, napas cepat, batuk berdahak (dahakberwarna kuning atau hijau), dahak bercampur darah, demam, hingga menggigil.