Kitakini.news - Ada yang mengatakan bahkan bangga memiliki tahi lalat, apalagi letaknya yang pas. Namun, nyatanya tidak selalu begitu.
Melansir berbagai sumber, Selasa (13/5/2025), tahi lalat juga mengindikasikan kanker kulit. Jadi, tidak sekadar pemanis, perhatikan betul bentuk tahi lalat itu.
"Tahi lalat adalah bintik-bintik kecil berwarna pada kulit. Anda mungkin memiliki tahi lalat baru atau melihat perubahan pada tahi lalat yang sudah ada di kulit," kata dr Suraj Kukadia.
"Kemungkinan besar tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi inilah tanda-tanda melanoma, yang merupakan jenis kanker kulit," tambahnya.
Dengan kata lain, bentuk tahi lalat bisa menjadi tanda peringatan yang mengindikasikan melanoma jenis kanker kulit.
Kanker kulit sering kali dimulai sebagai sesuatu yang tampaknya ringan, benjolan baru yang tampak seperti tahi lalat, bercak kasar, dan lain-lain.
Meski tanda peringatannya sering kali samar, namun jika terdeteksi dini tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk melanoma bisa mencapai 99 persen.
Dr Suraj Kukadia menyampaikan tanda melanoma pada bentuk tahi lalat terutama simetrinya memiliki bentuk yang tidak rata dan dua bagian yang sangat berbeda.
Kemudian, tepi atau batas tahi lalat juga bisa menjadi titik identifikasi yang penting, dengan tepi yang tidak beraturan atau tidak rata, merupakan tanda peringatan kanker kulit.
Untuk tanda warna, menurutnya pada tahi lalat dengan melanoma biasanya memiliki campuran satu atau dua warna atau lebih.
Ia juga menyarankan untuk memperhatikan perkembangan atau perubahan bentuk dari tanda seperti tahi lalat.
"Menemukan tahi lalat baru, penting untuk memeriksa adanya perubahan bentuk, ukuran, warna, atau apakah tahi lalat tersebut mulai berdarah, gatal, atau berkerak, karena perubahan ini 'lebih mungkin' mengindikasikan melanoma," jelasnya.
Meskipun melanoma dapat berkembang di bagian tubuh manapun, dia menekankan bahwa titik-titik yang paling umum untuk diperiksa adalah punggung, kaki, bagian dalam mata, telapak kaki, telapak tangan, dan area genital.