Kitakini.news - Penyakit
chikungunya masih mengintai. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, Sumatra Utara (Sumut) menjadi wilayah penyumbang
kasus terbanyak di luar Jawa.
Melansir berbagai sumber, Rabu (13/8/2025), tren peningkatan kasuschikungunya pada awal 2025 di Indonesia terbilang meningkat.
Dengan kata lain, kenaikan jumlah suspek chikungunya pada periode pekan pertama hingga kesembilan tahun 2025 terbilang signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Kementerian Kesehatan pun merinci sejumlah wilayah yang mencatat kasuschikungunya tertinggi sepanjang 2025.
Peringkat pertama Jawa Barat dengan 6.674 kasus, lalu Jawa Tengah dengan 3.388 kasus, dan ketiga ada Jawa Timur dengan 2.903 kasus.
Sementara Sumut ada di posisi empat dengan 1.074 kasus dan Banten di posisi lima dengan 838 kasus.
"Suspek chikungunya pada tahun 2025 mengalami kenaikan drastis dibandingkan minggu yang sama pada 2023 dan 2024," terang Kemenkes RI dalam analisis laporan grafik, Selasa (12/8/2025).
Hal ini sejalan dengan pola musim penghujan di Indonesia saat ini.
"Sehingga perlu diwaspadai adanya kenaikan kasus pada minggu mendatang," lanjut bunyi laporan tersebut.