Kitakini.news - Ada kecenderungan orang tua memberikan
bedak tabur pada
bayi mereka. Ini untuk menyerap kelembapan atau keringat berlebih.
Sebenarnya tidak masalah, namun ketika bedak bubuk itu ditaburkan di muka atau sekitar hidung, ini yang tidak disarankan.
Melansir berbagai sumber, Minggu (28/9/2025), hal ini diungkapkan oleh beberapa dokter spesial anak.
Contohnya, dr Dimple Nagrani, dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia.
"Jadi biasanya itu kita gunakan hanya di tempat-tempat yang benar-benar berkeringat," katanya.
"Kita sudah tidak menyarankan untuk penggunaan di wajah, bagian leher, di bagian dada karena terlalu dekat dengan hidung," kata Dimple lagi.
Pasalnya, bayi belum memiliki bulu hidung sehingga belum memiliki filter untuk menyaring partikel asing yang bisa saja menyebabkan iritasi dan gangguan pernapasan di paru-paru.
Beberapa orang tua memang masih menggunakan bedak tabur untuk bayi di sekitar wajah bayi.
Selain untuk memberikan kesan agar bayi terlihat sudah mandi, bedak tabur juga dianggap mampu menghaluskan kulit bayi dan mencegah biang keringat pada area tertentu.
Senada, dokter spesialis anak konsultan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), Attila, juga menyatakan bedak tabur berpotensi menyebabkan bayi yang baru lahir kesulitan bernapas.
Ini karena bedak tabur berbentuk seperti serbuk-serbuk kecil yang mudah beterbangan di udara.
Artinya, bedak tabur dapat dengan mudah menyebar dan masuk ke dalam saluran pernapasan bayi baik ketika sedang menangis maupun membuka mulutnya.