Kitakini.news - Jangan sepele dengan kebiasaan
makan nasi sisa. Pasalnya, hal itu menyimpan risiko serius bagi kesehatan.
Melansir berbagai sumber, Sabtu (3/1/2025), risiko makan nasi sisa ini disampaikqn langsung oleh ahli saraf asal Amerika Serikat, Dr Baibing Chen.
Sebagai informasi, Dr Baibing Chen adalah sosok yang dikenal luas di media sosial dengan nama Dr Bing.
Nah, melalui sebuah video edukasi, ia menjelaskan nasi yang disimpan tidak dengan benar dapat menyebabkan keracunan makanan langka yang berdampak hingga ke otak.
Kondisi ini berkaitan dengan apa yang dikenal sebagai fried rice syndrome, yakni keracunan makanan akibat racun yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus.
"Menghangatkan ulang nasi tidak akan menghancurkan racun tersebut jika sudah terbentuk," ujar Dr Chen dalam penjelasannya.
Ia menekankan bahwa bakteri Bacillus cereus memang dapat mati saat proses pemanasan, tetapi racun yang dihasilkannya justru tahan panas.
Meski begitu, Dr Chen mengakui bahwa kasus ini tergolong langka.
"Saya sering mendengar orang berkata bahwa mereka tumbuh besar dengan makan nasi sisa dan tidak pernah mengalami apa pun. Itu benar, sebagian besar orang baik-baik saja," katanya.
Namun ia menegaskan ketika kasus ini terjadi, dampaknya bisa sangat berbahaya, terutama pada anak-anak dan remaja.
"Pada kelompok usia ini, racun dapat menyerang pusat energi sel otak dan menyebabkan kerusakan otak yang cepat," ujarnya.
Pakar lainnya, Dr Joe Whittington, juga memberikan peringatan serupa. Menurutnya, makanan seperti nasi dan pasta merupakan tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak jika tidak segera didinginkan.
"Nasi atau pasta sebaiknya tidak dikonsumsi jika sudah dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam," tegasnya.
Meski kasus fatal sangat jarang, para ahli sepakat agar orang-orang lebih berhati-hati ketika akan menyantap nasi sisa.
Dr Chen pun menyarankan agar nasi matang dapat segera didinginkan dalam waktu satu hingga dua jam setelah dimasak, jika berencana tidak akan dimakan langsung.
"Jika nasi sudah dibiarkan hampir seharian dalam suhu ruangan, jangan ambil risiko. Lebih baik dibuang," pungkas Dr Chen.