Kitakini.news - Kebiasaan
tidur dengan suasana gelap ternyata ada baiknya. Pasalnya, terlelap dengan
lampu menyala mengundang
penyakit jantung.
Melansir berbagai sumber, Sabtu (14/2/2026), soal hubungan penyakitjantung dan lampu menyala saat tidur ini ditemukan oleh sebuah studi alias penelitian.
Studi yang dimaksud dipublikasikan pada Oktober 2025 lalu di jurnal JAMA Open Network. Studi ini meneliti soal efek kebiasaan tidur di malam hari dengan risiko penyakit jantung.
"Kami menganalisis 13 juta jam data cahaya untuk hampir 89 ribu orang," ujar Daniel Windred, penulis utama studi.
Dalam studi ini, peserta penelitian menggunakan perangkat menyerupai jam yang melacak paparan intensitas cahaya selama pukul 00.30 hingga 06.00 pagi.
Penelitian ini didasarkan pada studi sebelumnya yang menemukan gangguan ritme sirkadian menjadi faktor risiko masalah kardiovaskular.
Ritme sirkadian adalah siklus tidur-bangun tubuh. Jam internal ini mendeteksi cahaya sebagai sinyal untuk terjaga dan kegelapan sebagai sinyal untuk tertidur.
Hasilnya, mereka yang terpapar cahaya paling terang memiliki risiko 47 persen terhadap serangan jantung dan 32 persen risiko terkena fibrilasi atrium.
Mereka juga punya risiko 56 persen terkena gagal jantung, 32 persen terkena penyakit arteri koroner, dan 28 persen terhadap penyakit stroke.
"Salah satu keterbatasannya adalah kita tidak mengetahui sumber paparan cahaya, hanya intensitasnya," ujar Windred.
Artinya, memahami sumber paparan cahaya malam akan memungkinkan rekomendasi yang lebih tepat sasaran daripada sekadar imbauan untuk menghindari cahaya terang di malam hari.
Cahaya sendiri diketahui dapat menghambat produksi hormon melatonin di otak. Melatonin merupakan hormon pemicu tidur.